Jamban Sehat

Pemprov NTT Galakkan Pembangunan Jamban Sehat Keluarga dengan Sistem Arisan

Pemprov NTT Galakkan Pembangunan Jamban Sehat Keluarga dengan Sistem Arisan

Pemprov NTT Galakkan Pembangunan Jamban Sehat Keluarga dengan Sistem Arisan
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Babinsa Insana Koramil 1618-03/TTU Serda Domingos Soares membangun jamban di Desa Humsu Wini, Kamis (12/9/2019). 

Pemprov NTT Galakkan Pembangunan Jamban Sehat Keluarga dengan Sistem Arisan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Pemprov NTT) terus memicu masyarakat NTT yang belum memiliki jamban agar bisa membuat jamban keluarga.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Mere,M. Kes kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (12/11/2019).

Menurut Domi, untuk menangani persoalan ketiadaan jamban keluarga di masyarakat, pemerintah menempuh metode pemicuan.

"Metode pemicuan ini adalah pemerintah bersama masyarakat membangun jamban dengan cara pemerintah yang siapkan bahan non lokal. Ini sebagai pemicu atau perangsang sehingga masyarakat bisa miliki jamban keluarga," katanya.

Dia menjelaskan, penanganan jamban keluarga saat ini berbeda dengan kondisi terdahulu, yakni pemerintah dulu menyiapkan jamban bagi keluarga, tapi saat ini pemerintah hanya merangsang atau memicu masyarakat agar bisa membangun jamban.

BREAKING NEWS: Sebanyak 115 KK di Desa Oeteta Kupang Belum Miliki Jamban Sehat

Kadis Kesehatan NTT,drg. Domi Mere,M. Kes menyerahkan sertifikat ISO 90001  kepada Kepala Labkes NTT, Agustinus Sally di sela-sela upacara Hari Kesehatan Nasional di Halaman RS Jiwa Naimata, Selasa (12/11/2019).
Kadis Kesehatan NTT,drg. Domi Mere,M. Kes menyerahkan sertifikat ISO 90001 kepada Kepala Labkes NTT, Agustinus Sally di sela-sela upacara Hari Kesehatan Nasional di Halaman RS Jiwa Naimata, Selasa (12/11/2019). (POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru)

"Memang beda dengan penanganan ketersedian jamban keluarga saat ini jika kita bandingkan dengan dulu. Kalau dulu pemerintah siapkan atau menanggung pembuatan jamban. Tetapi sekarang perintah hanya bisa picu masyarakat dengan cara melatih masyarakat membuat jamban keluarga," kata drg. Domi.

Dikatakan, selain itu, dalam pembuatannya, ada teman-teman dari dinkes yang mendampingi masyarakat.

Bahkan, lanjutnya, penanganan ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Dinas Kesehatan, tetapi harus berkolaborasi dengan instansi lain, seperti Dinas PUPR.

"Kita harus berkolaborasi dengan Dinas PUPR, karena berkaitan penyediaan infrastruktur sehingga harus berkoordinasi dengan lintas intansi. Untuk intervensinya, kedepan masing-masing dilakukan pendekatan dan setiap masyarakat diharapkan bisa membangun jamban keluarga," katanya.

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved