Jamban Sehat

BREAKING NEWS: Sebanyak 115 KK di Desa Oeteta Kupang Belum Miliki Jamban Sehat

Sebanyak 115 kepala keluarga (KK) di Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, saat ini belum memiliki jamban sehat.

BREAKING NEWS: Sebanyak 115 KK di Desa Oeteta Kupang Belum Miliki Jamban Sehat
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Toilet kotor di Taman Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I SULAMU - Sebanyak 115 kepala keluarga (KK) di Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, saat ini belum memiliki jamban sehat.

Kalaupun ada, kondisinya tidak layak dari aspek kesehatan. Pemerintah setempat pada tahun 2019 ini mendapat bantuan 20 jamban sehat dari  Kemenkes RI dan baru terpasang 75 persen.

Ketua TP PKK Desa Oeteta, Delvi Juneta Tafae menyampaikan hal ini  ketika dihubungi POS KUPANG.COM, Selasa (12/11/2019).

Delvi menjelaskan, mengenai jamban sehat memang masih cukup banyak warga Desa Oeteta yang belum memiliki. Terhadap kondisi ini, TP PKK melalui  kader melakukan pendataan terkait program hidup sehat.

"Kami baru-baru mendapat bantuan jamban sehat dari Kemenkes RI sebanyak 20 unit. Total semua yang selama ini belum miliki jamban sehat ada 135 KK tapi dengan bantuan 20 jamban ini maka tinggal 115 KK yang belum miliki," jelas Delvi.

Pendaftaran CPNS 2019- Kamu Lulusan SMK? Ayo Daftar di Kemenkeu, Ini Syarat & Rincian Formasi

TERBONGKAR! Ini Pencekal Habib Rizieq Balik ke Indonesia, Reaksi Menkopulhukam Mafud MD?

Menurut Delvi, jamban sehat ini sesungguhnya menjadi salah satu syarat kesehatan terkait upaya mengatasi masalah stunting. Walaupun di Oeteta belum ada gejala stunting, tapi antisipasi dini terus dilakukan TP PKK.

"Memang ada yang sudah ada jamban tapi rata-rata darurat.  Rata-rata 50 persen tidak layak. Tapi untuk 20 KK setelah ada jamban sehat, pola hidupnya berubah. Kita berikan pengarahan secara terus menerus. Kalau 20 jamban sehat ini sukses maka tahun 2020 akan ada bantuan lagi 40 jamban sehat," ujar Delvi.

Dirinya juga mengakui beberapa waktu lalu pihaknya mendapat pelatihan kader posyandu dari yayasan Yasatu dari Kupang selama dua hari. Hasil dari pelatihan itu kemudian mereka menjalin kerjasama dengan bidang gizi di Dinkes Kabupaten Kupang dalam upaya pemberian makanan gizi.

"Kita juga budidayakan tanaman kelor dalam upaya menekan stunting. Kita buatkan aneka sayuran dari  kelor dan meminta keluarga-keluarga agar mengkonsumsi sayur kelor minimal 2 kali seminggu," tambah Delvi.

Secara terpisah Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes, S.H mengatakan, di desanya masih ada
150 KK belum memiliki jamban sehat. Dalam rencana jangka pendek ini, pada tahun  2020 akan dimulai pemugaran WC darurat menjadi WC sehat, agar warga bisa memasyarakatkan pola hidup sehat.(*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved