Renungan Kristen Protestan,Senin,11 November 2019 : Istri Boleh Melawan Suami,Ini Alasan Teologisnya

Banyak perempuan bersuami yang menderita dalam pernikahannya, namun mampu menyembunyikannya dari dunia luar

Renungan Kristen Protestan,Senin,11 November 2019 : Istri Boleh Melawan Suami,Ini Alasan Teologisnya
istimewa
Pdt DR Mesakh A P Dethan MTh MA 

Reungan Harian Kristen Protestan, Senin, 11 November 2019 : Istri Boleh Melawan Suami, Ini Alasan Teologisnya

Oleh : Pdt DR Mesakh A P Dethan MTh MA

Banyak perempuan bersuami yang menderita dalam pernikahannya, namun mampu menyembunyikannya dari dunia luar, sehingga nampak kehidupann rumah tangganya baik-baik saja.

Hinaan, kata-kata kasar, bahkan sampai kepada kekerasan fisik banyak kali dialami oleh para istri, tetapi karena saking cintanya pada suami atau takut ditinggalkan suami maka mereka hanya memendamnya dan menerima itu sebagai “nasib” yang harus dipikul.

Mereka lebih memilih memendam perasaan dan “rela berkorban” demi “keutuhan” rumah tangganya.

Apakah benar atas nama cinta dan pengorbanan seorang istri harus rela menerima nasib dan menderita karena perlakuan suaminya atau pasangannnya.

Banyak istri yang mengatasnamakan cinta dan pengorbanan hanya bersikap pasrah dengan keadaan dan melakukan hal-hal yang tidak masuk akal, termasuk mentolerir perilaku buruk suaminya hanya demi menjaga agar suaminya tidak meninggalkannya dan menuruti semua kemauannya.

Padahal dalam sebuah kehidupan berumah tangga baik istri maupun suami sama-sama diberi kesempatan untuk belajar membangun sebuah rumah tangga di atas dasar konsep cinta dan pengorbanan yang benar, bukan konsep cinta dan pengorbanan yang semu alias palsu, dimana yang satu menderita dan yang lain menikmati penderitaan; dimana yang satu terus menerus berkorban perasaan dan yang lain menari-nari di atas penderitaan orang lain.

Rumah tangga adalah sarana terbaik baik seorang istri untuk menjadi “penolong” dan mentor yang baik bagi suaminya atau sebaliknya suami terhadap istrinya. Penolong dan mentor dalam hal apa?

Penolong dan mentor dalam hal mengikis semua sifat, sikap dan perbuatan buruk dan egois dari suami. Si suami bisa saja berasal dari orang tua yang amat memanjakannya, dan selalu mentolerir sifat jeleknya sehingga ia menjadi orang yang egois, hanya mau menang sendiri.

Halaman
123
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved