Renungan Kristen Protestan,Senin,11 November 2019 : Istri Boleh Melawan Suami,Ini Alasan Teologisnya
Banyak perempuan bersuami yang menderita dalam pernikahannya, namun mampu menyembunyikannya dari dunia luar
Dalam bacaan alkitab Efesus 5:21-24 memang disebutkan bahwa istri hendaknya tunduk kepada suaminya. Namun ketundukan itu tidak dalam relasi kuasa, relasi atas bawahan, relasi tuan dan hamba, tetapi ketundukan itu didasarkan kepada relasi dengan Yesus Kristus. Yesus menjadi model dimana baik suami maupun istri untuk membangun relasi yang benar dalam rumah tangga mereka.
“22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.”
Jadi ukuran ketundukan ada pada Kristus sebagai model atau patron bagi mahligai rumah tangga suami dan istri. Karena dalam teks Efesus 5:21-24 Rasul Paulus sebetulnya membuat sebuah perbandingan antara pola hidup Kristus, yang kepadanya jemaat tunduk dan pola hidup para suami, yang kepadanya istri harus tunduk.
Perbandingan itu dinampakan dalam relasi Kristus dan Gereja yang menjadi cerminan bagi relasi suami dan istri. Seumpama Kristus adalah mempelai laki-laki bagi Gereja dan Kepala Gereja, maka suami juga adalah mempelai laki-laki dan kepala bagi istrinya.
Jikalau Kristus telah berkorban dan menebus Gereja dari kuasa kematian, maka suami juga harus berkorban dan mati-matian untuk mencintai istrinya.
Sebagaimana Kristus berkorban dan bertindak menunjukkan kasih dalam bentuknya yang nyata, demikian juga juga suami juga tidak hanya manis dalam ucapan saja tetapi buruk dalam tindakan, tetapi benar-benar mampu menunjukkan dalam perbuatan nyata.
Jadi intinya teks itu mau mengatakan bahwa tindakan kasih dan pengorbanan Kristus itu hendaklah menjadi cerminan bagi relasi suami dan istri. Jika suami dipandang sebagai kepala, pengertian kepala dalam arti seorang kepala yang mengasihi istrinya seperti dirinya sendiri.
Perlambangan ini berakar dalam Perjanjian Lama, yang kerap berkata tentang Israel sebagai isteri Yahwe, Hos 1:2; Yes 1:21-26; Yer 2:2; 3:1,6-12; 23; Yes 50:1; 54:6-7.
Suami mendapat rekpek, rasa hormat dan sikap tunduk sang istri sama seperti Kristus yang mendapat rasa hormat dan sikap tunduk jemaat. Mengapa Jemaat tunduk kepada Kristus, karena Kristus mengasihi Jemaatnya, ia menyelamatkan mereka dengan darahnya sebagai ketaatannya kepada kehendak Bapa Pencipta.
Semua tindakanNya Yesus dimengerti sebagai pemenuhan terhadap kehendak Tuhan (Mat. 3:15) yang senantiasa menjadi cerminan kehidupan jemaat dalam segala aspek, termasuk dalam relasi suami istri. Dalam ketaatan pada Bapa Yesus telah menuntaskan karya keselamatan bagi Jemaatnya atau umatnya.
Pola inilah yang mendorong mengapa Istri tunduk kepada suami, karena suami juga mengasihi istrinya (Ef 5:25) dan suami berbuat kebaikan bagi istrinya. Kristus mengasih jemaat sama seperti suami mengasihi istrinya.
Kristus berkorban bagi jemaat, demikian juga suami berkorban bagi istrinya. Kristus menyerahkan nyawanya demi jemaat, demikian suami mempertaruhkan segalanya bagi istrinya. Lautan api diseberangi dan jurang maut dilangkahi demi istrinya. Wao romantis, hahah.
Inilah makna sesungguhnya dari teks ini bahwa istri tunduk dalam hubungan dengan pengertian jemaat yang tunduk kepada Kristus, yang melandaskan seluruh karyanya pada kehendak Bapa di Sorga.
Dalam terang itu seluruh sikap etis seorang istri mendapatkan tempatnya yang tepat. Istri tunduk karena ada alasan yang sangat mendasar. Karena istri telah mendapat kasih dan kebaikan dari suaminya, maka istri juga membalasnya dengan sejumlah kewajibannya kepada suami yang dikasihinya dengan berbuat kasih (Tit 2:4), menunjukan sikap hormat (ayat Ef 5:33; 1Pet 3:1-2), memberi bantuannya atau menjadi penolong bagi suaminya (Kej 2:18), menjaga kesucian (Tit 2:5; 1Pet 3:2), menunjukkan kelemah lembutan dan ketenangan (1Pet 3:4), dan menjadi seorang ibu yang baik (Tit 2:4) dan pengatur rumah tangga yang baik (1Tim 2:15; 5:14; Tit 2:5).
• Vanessa Angel Kembali jadi Perhatian, Kali ini Unggah Kupas Kulit Pisang: Kangen Makan Pisang
• Yuk Praktek! Bikin Bibir Jadi Natural Dengan 5 Cara Mudah dan Alami
• Tidak Selamanya Lemak Jadi Biang Kegemukan, Yuk Kepoin! Agar Diet Anda Sukses
Jadi prinsip alkitabiah yang hendak ditekankan adalah tunduknya seorang istri kepada suaminya dilihat sebagai melakukan kehendak Bapa di Sorga dan sebagai bagian dari ketaatannya kepada Yesus. Sehingga ketika perilaku suami yang tidak menunjukkan ketaatan kepada Kristus dan Firmannya, maka istri “boleh melawan” demi mengembalikan suaminya kepada jalan yang benar. Amin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pdt-dr-mesakh-a-p-dethan-mth-ma-2.jpg)