News
120 Prajutir Brigif Komodo 'Serbu' Sulamu Tenteng Senjata Lintas Lengkung, Ini yang Mereka Lakukan
Sebanyak 120 prajurit TNI dari Brigif 21/Komodo selama tiga hari "menyerbu" Sulamu, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang
Penulis: Edy Hayong | Editor: Benny Dasman
Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Edy Hayong
POS KUPANG, COM, OELAMASI - Sebanyak 120 prajurit TNI dari Brigif 21/Komodo selama tiga hari "menyerbu" Sulamu, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, mengasah kemampuan menembak menggunakan senjata lintas lengkung (mortir).
Jenis senjata yang digunakan jajaran prajurit TNI dari Yonif 743/PSY dan Yonif RK 744/SYB itu adalah Commando Mo. 81 Tampela dan Mo. 60 RL yang saat ini ada di satuan jajaran Brigif 21/Komodo.
Rilis Bagian Penerangan Brigif 21/Komodo yang diterima Pos Kupang, Kamis (7/11/2019), menyebutkan, kawasan Sulamu biasanya dingin, panas silih berganti, diselimuti suasana sepi dari suara ledakan. Namun mulai Senin (4/11/2019) berubah menjadi ramai dan banyak dikunjungi masyarakat.
Para prajurit ini berasal dari Yonif 743/PSY dan Yonif RK 744/SYB datang melaksanakan latihan menembak senjata lintas lengkung di lapangan tembak Sulamu.
Danbrigif 21/Komodo, Kolonel (Inf) Sutrisno Pujiono, SE, MM, mengharapkan para prajurit Brigif Komodo meningkatkan kemampuan dan keterampilannya serta kerja sama tim antara penembak, komandan pucuk dan pengukur jarak dengan peninjau depan.
"Dalam menghancurkan sasaran harus didukung dengan fisik prima dan kemampuan intelektual yang tinggi, serta tetap mengutamakan faktor keamanan dalam pelaksanaannya," tegas Kolonel Sutrisno.
Latihan menembak ini bertujuan meningkatkan serta memelihara kemampuan dan pengetahuan prajurit sekaligus untuk mengetahui kondisi Mo. Commando, Mo. 81 Tampela dan Mo. 60 RL yang saat ini ada di satuan jajaran Brigif 21/Komodo. *