Wabup Marianus Ingatkan Pengawasan Obat dan Makanan Harus Dilakukan Secara Periodik

tugas pemerintahan di bidang pengawasan obat dan makanan sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan.

Wabup Marianus Ingatkan Pengawasan Obat dan Makanan Harus Dilakukan Secara Periodik
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana kegiatan Rakoor POM di Aula VIP Bupati Nagekeo Kota Mbay Kabupaten Nagekeo, Rabu (6/11/2019). 

Wabup Marianus Ingatkan Pengawasan Obat dan Makanan Harus Dilakukan Secara Periodik

POS-KUPANG.COM | MBAY --Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, membuka kegiatan rapat koordinasi peningkatan efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan (POM) sesuai Inpres No. 3 Tahun 2017, bertempat Ruang VIP Bupati, Rabu (6/11/2019).

Wapub Marianus, menegaskan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan /Badan POM mempunyai tugas menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan obat dan makanan sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan.

Obat dan makanan terdiri atas obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, zat adiktif, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik dan pangan olahan.

"Pertemuan kita hari ini, dalam rangka pembentukan Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan, Pembentukan Kwartir Cabang Loka POM Kabupaten Ende Wilayah Kabupaten Nagekeo dan mensosialisasikan serta menginformasikan kepada stakeholder mengenai Aplikasi Smart BPOM untuk kemudahan akses data supaya hasil pengawasan obat dan makanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dapat dilaksanakan dengan baik," tegas Wabup Marianus.

Wabup Marianus mengatakan sesuai Permendagri No. 41 tahun 2018, bahwa untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari penyalahgunaan obat dan bahan berbahaya dalam obat dan makanan perlu dilakukan peningkatan koordinasi, pembinaan dan pengawasan obat dan makanan di Daerah oleh Menteri dan Kepala Daerah sesuai kewenangannya.

"Kepada Kepala Loka POM Ende, Tamran Ismail, S. Si., MP dengan wilayah kerja Ende, Nagekeo dan Ngada, untuk bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam pengoperasian proses pengawasan obat dan makanan secara periodik," tegas Wabup Marianus.

Ia mengatakan spirit dari diri kita masing-masing yang merupakan tugas Negara, lembaga ini penting dengan manusia sebagai subjek, demi keberlanjutan hidup manusia harus sehat.

Makan 50 Butir Telur dengan Taruhan Rp 395 Ribu, Pria Ini Akhirnya Tewas Kebanyakan Makan,Info

7 Bulan Klaim RSUD Soe Belum Dibayarkan BPJS, Nilainya mencapai 4,9 Miliar

"Harapan Pemerintah harus mengawasi secara ketat terhadap makanan dan obat-obatan jangan sampai sudah kedaluarsa, supaya masyarakat kita terlidungi," harap Wabup Marianus.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved