Setelah Lem Kini Eks Staf Ahok Ungkap Anggaran Janggal Rp 52 M untuk Beli Pasir di Dinas Pendidikan

Setelah Lem Kini Eks Staf Ahok Ungkap Anggaran Janggal Rp 52 M untuk Beli Pasir di Dinas Pendidikan

Setelah Lem Kini Eks Staf Ahok Ungkap Anggaran Janggal Rp 52 M untuk Beli Pasir di Dinas Pendidikan
(KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGI)
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah saat ditemui di ruangannya, lantai 7, Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019) 

Setelah Lem Aibon Kini Eks Staf Ahok Ungkap Anggaran Janggal Rp 52 Miliar untuk Belli Pasir di Dinas Pendidikan

 POS KUPANG.COM, JAKARTA --Belum tuntas masalah anggaran janggal untuk pembelian Lem Aibon dan bolpoin, kini terungkap lagi angaran janggal di Pemprof DKI Jakarta.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Ima Mahdiah menemukan sejumlah anggaran janggal dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara ( KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Anggaran-anggaran janggal tersebut ditemukan Ima saat menyisir anggaran Dinas Pendidikan.

Diketahui, ia merupakan anggota Komisi E bidang Kesejahteraan Rakyat yang mengurusi bidang pendidikan.

Baju Seragam PNS yang Disebut Warisan Belanda, Kata Desainer Berbahan Seperti Ini, Mau Diganti?

Presiden Baru Dilantik,Prabowo Diisu Gandeng Puan Gantikan Jokowi di 2024,Ahmad Dani Dampingi Anies

Terkuak Misteri Pergantian Vokalis Band Dewa, Ari Lasso Sebut Fakta ini,Ahmad Dhani Sebut Dikeluarin

Ima mengatakan, pekan lalu, ia melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Ia kemudian meminta data anggaran dari dinas tersebut.

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok hadiri pelantikan mantan stafnya, Ima Mahdiah, yang kini jadi Anggota DPRD DKI Jakarta.
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok hadiri pelantikan mantan stafnya, Ima Mahdiah, yang kini jadi Anggota DPRD DKI Jakarta. (Instagram @baskuibtp)

"Kita masih menelusuri aku dibantu sama tim penyisir anak magang Fraksi PDI-P, nemuin hal-hal seperti contohnya pasir aku pikir ini kan bukan rehab.

Di luar dari rehab ini bantuan BOP BOS itu kita telusuri," kata Ima saat ditemui di ruangannya di lantai 7, Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).

Mantan staf Gubernur DKI Jakarta ke-15 Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini mengaku menemukan sejumlah anggaran janggal seperti anggaran untuk pasir senilai Rp 52,16 miliar.

Ima bingung lantaran anggaran pasir masuk dalam Biaya Operasional Pendidikan SMP dan SMK.

"Ini pasir di situ tertulisnya untuk alat peraga sekolah. Totalnya Rp 52 miliar buat apa itu? Dia di SMKN (jurusan) bisnis manajemen. Memangnya bisnis manajemen ada pasirnya?" jelas dia.

Ia mengungkapkan, anggaran pasir tersebut masuk dalam anggaran Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Pusat.

"Jadi pasir itu adanya di koloman aja di penyediaan BOP SMPN terus ada di BOP SMK jurusan bisnis manajemen terus ada lagi di BOP SMK teknologi pengadaan pasir ini nih. Terus ada lagi di wajib belajar 12 tahun, enggak tau apa yang digunakan dari pasir," tutur dia.

Editor: Alfred Dama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved