BPJS Kesehatan Belum Bayar, Klaim di RSUD Bajawa Sebesar 5 Miliar
BPJS Kesehatan belum membayara klaim di RSUD Bajawa. Karena belum membayar maka BPJS Kesehatan memiliki utang pada RSUD Bajawa
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
"Sejauh ini untuk staf RSUD Bajawa belum ada yang datang mengadu atau mengeluh soal keterlambatan jasa," ujarnya.
Ia mengatakan soal penurunan tipe RS belum bisa diprediksi berapa penurunan klaim.
Ketika disinggung soal kemungkinan penurunan status RS Bajawa terkait defisit anggaran BPJS dirinya belum mengetahui secara pasti.
"Bisa ia bisa tidak (saya belum bisa memastikan ) yang pasti tipe RS berpengaruh pada besaran pengklaiman, semakin rendah tipe RS semakin kecil pengkleman, begitupun sebaliknya," paparnya.
RSUD Bajawa Ajukan Keberatan
Sebelumnya, sebanyak 22 Rumah Sakit (RS) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat rekomendasi turun kelas sesuai dengan surat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pelayan Kemenkes.
Hasil keputusan Kementerian Kesehatan RI tersebut memberi rekomendasi penyesuaian kelas rumah sakit berdasarkan hasil review yang dilakukan oleh pihak Kemenkes secara online
Satu diantara 22 RS yang turun kelas adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa milik Pemerintah Daerah Ngada.
RSUD Bajawa turun kelas dari RSUD Tipe C menjadi Tipe D.
Direktris RSUD Bajawa, drg. Maria Wea Betu, mengatakan, pihaknya sangat keberatan dengan rekomendasi turun kelas dari tipe C menjadi tipe D.
drg. Maria mengatakan pihaknya akan mengajukan keberatan dan soal persiapanya RSUD Bajawa akan lakukan sesuai regulasi yang mengatur.
"Betul (RSUD Bajawa turun kelas dari tipe C ke D) penyebabnya mungkin ada hubungan dengan devisit anggaran BPJS. Saya sebagai direktur akan mengajukan keberatan. Kebetulan seluruh RS di Indonesia diberi ruang mengajukan keberatan dalam 28 hari ini," ungkap drg. Maria, kepada POS KUPANG.COM, Jumat (19/7/2019).
Ia mengaku soal rekomendasi turun kelas itu tidak menghambat pelayanan dan pelayanan seperti biasa.
Ia mengatakan soal ketersediaan SDM terutama dokter maupun peralatan di RSUD Bajawa sudah lengkap dan memenuhi standar.
"Untuk pelayanan saat ini tidak ada dampak terhadap turunnya kelas RS," tegasnya.
Ia mengatakan pihaknya akan rekomendasi yang diberikan akan menjadi motivasi meningkatkan pelayanan.
"Untuk komitmen tentunya kami tetap fokus pada pelayanan terhadap pasien dengan terus melakukan pembenahan disegala aspek," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)