Kejari Ende Tangani 3 Perkara Korupsi Dengan 5 Tersangka

-Selama tahun 2019 terhitung dari Januari hingga Bulan November 2019, Kejaksaan Negeri Ende menangani 3 perkara kasus korupsi dengan 5 orang tersangka

Kejari Ende Tangani 3 Perkara Korupsi Dengan 5 Tersangka
pos kupang.com, romualdus pius
Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Sudarso SH 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Selama tahun 2019 terhitung dari Januari hingga Bulan November 2019, Kejaksaan Negeri Ende menangani 3 perkara kasus korupsi dengan 5 orang tersangka.

Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Soedarso SH.M.H mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Rabu (6/11/2019) di Ende ketika dikonfirmasi mengenai perkara korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Ende selama tahun 2019.

Kejari Soedarso menjelaskan 3 perkara korupsi yang ditangani oleh Kejari Ende masing-masing perkara kasus PNPM Mandiri di Kecamatan Kota Baru dengan tersangka atas nama, Yohanes Osmini.
Selain itu perkara kasus korupsi di PDAM Tirta Kelimutu dengan dua tersangka atas nama, Soerdarsono dan M. Mandaka.

Kasus korupsi lainnya adalah penyelewengan dana desa di Desa Mole, Kecamatan Ndori dengan tersangka atas nama, Mansur Amri dan Ardias Amri.

Jadi Rektor Termuda di Indonesia?, Simak Kisah Risa Santoso Terpilih Jadi Rektor Usia 27 Tahun,Info

Kejari Soedarso mengatakan berbagai kasus korupsi di Kabupaten Ende memang telah menjadi komitmen dari Kejaksaan Negeri Ende untuk menyelesaikannya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Bukti komitmen kami adalah kami telah menyelesaikan tiga kasus korupsi dengan 5 orang tersangka,”katanya.
Kejari Soedarso mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi memang menjadi sorotan publik dan oleh karena itu diharapkan kepada semua masyarakat baik yang memegang jabatan di pemerintahan maupun pelaksana agar bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya agar tidak terjebak dalam kasus korupsi.

Kejari Soedarso juga meminta kepada masyarakat agar bisa memberikan informasi kepada pihak kejaksaan apabila mengetahui tentang kasus dugaan korupsi.

Laporan terkait dengan kasus dugaan korupsi harus disertai dengan bukti-bukti yang kuat tidak sekedar laporan hanya karena tidak suka dengan seseorang.

Menurutnya kasus dugaan korupsi berbeda dengan kasus-kasus kriminal lainnya seperti pembunuhan ataupun pencurian karena tersangka ataupun pelakunya bisa diketahui dengan cepat pada saat melakukan aksinya.
Sedangkan kasus dugaan korupsi diperlukan bukti-bukti yang kuat agar bisa menentukan seseorang menjadi tersangka atau pelaku dugaan korupsi.

Meskipun terkadang mengalami kesulitan ujar Kejari Soedarso, Kejaksaan Negeri Ende tetap berkomitmen untuk mengusut kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Ende. (rom)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved