Triwulan III 2019, Ekonomi NTT Meningkat

Pertumbuhan ekonomi NTT triwulan III 2019 secara year or year meningkat 3,87 persen.

Triwulan III 2019, Ekonomi NTT Meningkat
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus gelar Jumpa Pers terkait Perkebangan Ekonomi NTT Triwulan III 2019, di Kantor BPS NTT, Selasa (5/11/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pertumbuhan ekonomi NTT triwulan III 2019 secara year or year meningkat 3,87 persen. Dibandingkan dengan triwulan II 2019 mengalami peningkatan 2,59 persen.

Struktur ekonomi NTT pada triwulan III 2019 masih didominasi oleh pertanian, kemudian dikuti pemerintahan, pedagangan, konstruksi dan lainnya.

"Konstruksi potensinya sangat besar, apalagi dari segi geografis NTT terdiri dari banyak pulau sehinga sangat perlu biaya APBN dan APBD untuk pembangunan infrastruktur. Sehingga seharusnya kontruksi mempunyai potensi besar. Namun di triwulan ini tumbuhnya agak melemah," kata Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus ketika menggelar Jumpa Pers Perkembangan Ekonomi NTT Triwulan III 2019 di Kantor BPS NTT, Selasa (5/11/2019).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Boking, Polisi Periksa Direktur PT Tangga Batu Jaya

Darwis mengatakan pertanian masih mendominasi pertumbuhan ekonomi di NTT, meskipun kondisi SDA kurang menguntungkan dengan musim kemarau ini.

Sedangkan ekonomi NTT triwulan III 2019 bila dibandingkan dengan triwulan III 2018 tumbuh positif sebesar 3,87%.

Musim Kemarau, Kelompok Tani Mauliru Organik di Sumba Timur Panen Sorgum 9 Ton

Perkembangan ekonomi pada hampir seluruh kategori lapangan usaha tumbuh positif kecuali pada lapangan usaha real estate serta pengadaan listrik dan gas.

Pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha industri pengolahan seperti tenun dan furniture sebesar 10,53%.

Selanjutnya disusul oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 8,79% serta jasa pendidikan sebesar 7,49%.

"Karena ada perawatan mesin di kawasan Bolok dan Flores yang mengakibatkan ada kontruksi yang terjadi di pengadaan listrik dan gas. Kemudian di Real Estate pun kurang menggembirakan seiring dengan daya beli masyarakat yang menurun," ujarnya.

Ia juga menjelaskan sumber pertumbuhan ekonomi di triwulan III 2019 3,87 persen dibandingkan triwulan II 2019 yang sangat tinggi 6,58 persen, dengan sumber dari pertanian 2,13 persen.

Penurunan yang sangat signifikan ini terjadi dari pertanian karena ada peralihan masa panen akibat iklim.

"Sehingga pertumbuhan ekstrem di triwulan II dan turun secara drastis di triwulan III. Mestinya di triwulan I ada panen tapi terhambat musim tanam, sehingga beralih ke triwulan II. Triwulan III pertanian melambat 0,28 persen karena pasca panen yang sedikit namun sektor perdagangan meningkat," terangnya.

Ia berharap di triwulan IV pertumbuhan ekonomi dapat meningkat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved