50 Peserta Ikut Pelatihan Pariwisata di Kampung Pajoreja Mauponggo Nagekeo

Sebanyak 50 peserta ikut pelatihan pariwisata di Kampung Pajoreja Mauponggo Nagekeo

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Suasana di Kampung Pajorejo Desa Ululoga Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo, Selasa (29/10/2019) 

Sebanyak 50 peserta ikut pelatihan pariwisata di Kampung Pajoreja Mauponggo Nagekeo

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Sedikitnya 50 orang akan mengikuti pelatihan pariwisata di Kampung Pajoreja Desa Ululoga Kecamata Mauponggo Nagekeo.

Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Nagekeo yang akan dimulai Senin (4/11/2019) hingga Rabu (6/11/2019).

Pilkada 2020 - Sembilan Kabupaten di NTT Sudah Tetapkan Dana untuk Bawaslu

Sekretaris Dinas Pariwisata Nagekeo, Silvester Teda Sada, menyebutkan, kegiatan akan dibuka oleh Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, Senin (4/11/2019) di Pajoreja.

Sebanyak 50 peserta sudah mulai cek in, Minggu (3/11/2019). " Pembukaan pukul 10.00 Wita Senin (4/11/2019). Semoga tak ada halangan (50 peserta hadir). Informasi terakhir dari pa kadis, iya (Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do yang akan buka kegiatan)," ungkap Silvester, kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (3/11/2019).

Anggota Komisi V DPRD NTT, Emanuel Kolfidus: Perlu Konsisten dalam Penerapan UMP NTT

Sebelumnya, Dinas Pariwisata (Dispar) Nagekeo, memilih Kampung Pajoreja Desa Ululoga Kecamatan Mauponggo menjadi tempat pelatihan Pariwisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Nagekeo, Silvester Teda Sada, menjelaskan, tahun 2019, Pemda Nagekeo melalui Dinas Pariwisata, mengadakan 4 jenis pelatihan kepariwisataan.

Empat jenis pelatihan kepariwisataan itu diantaranya, tata kelola destinasi, pemandu wisata budaya, pemandu wisata alam; dan terakhir pelatihan mengelola homestay.

"Setiap jenis pelatihan, diikuti 50 peserta, selama 3 hari, oleh 2 orang pelatih dan 1 orang pendamping. Alhasil, tahun ini, Nagekeo menghadirkan 200 orang bersertifikat, dipandang tahu paham dan punya wawasan kepariwisataan yang cukup," ungkap Silvester, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (29/10/2019).

Silvester menjelaskan Pelatihan dibimbing langsung oleh 2 pelatih expert binaan swisscontact, dari DMO Flores yang berkantor pusat di Ende.

"Selain itu ada satu orang pendamping dari aktivis HPI Nagekeo, Yohanes Nikuaja (untuk 3 topik pertama) dan 1 pelaku usaha homestay yaitu Pa Sius asal Waturaka Kelimutu Ende. Bapak Sius, sekaligus dimintai testimoninya, bagaimana memulai dan menekuni pilihan usaha homestay, yang tergolong "asing" bagi kebanyakan orang-orang kita," ungkap Silvester.

Silvester menjelaskan peserta di-inapkan selama 3 malam. Semua kebutuhannya selama pelatihan ditanggung panitia (negara).
Total biaya seluruhnya adalah Rp 600 juta. Bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pariwIsata kementerian pariwisata RI. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved