Camping Rohani SMPK Sint Gabriel Larantuka, Momen Latihan Berinteraksi dengan Sesama dan Lingkungan
Kegiatan camping rohani tersebut diadakan di bumi perkemahan desa Konga Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur tanggal 18-21 Oktober 2019.
Cerita Camping Rohani SMP K atolik Sint Gabriel Larantuka, Momen Latihan Berinteraksi dengan Sesama dan Lingkungan
POS-KUPANG.COM - Senyum ceria tergambar jelas pada wajah siswa-siswi SMP Katolik Sint Gabriel Larantuka yang baru saja mengadakan kegiatan Camping Rohani (Youth Camp).
Kegiatan ini merupakan iven tahunan yang diprogramkan oleh sekolah dan tahun ini adalah tahun kedua pelaksanaannya.
Kegiatan Camping Rohani tersebut diadakan di bumi perkemahan desa Konga Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur yang berlangsung selama 3 hari, tanggal 18-21 Oktober 2019, melibatkan semua siswa, guru dan pegawai.
Pada acara pelepasan sebelum berangkat ke bumi perkemahan, Sr. M. Verena, PRR selaku kepala SMP Katolik Sint Gabriel Larantuka dalam sambutan mengatakan, “Kegiatan camping rohani diadakan untuk membantu siswa agar mampu berinteraksi dengan sesama, belajar berinteraksi dengan alam dan lingkungan sekitar."
"Di bumi perkemahan nanti siswa akan belajar mandiri, bertanggung jawab, disiplin dan mampu bekerja sama dengan teman dalam kelompok."
Suster Maria Verena mengatakan, semua siswa harus memahami bahwa kegiatan ini bersifat rohani, maka sikap batin harus dijaga selama kegiatan berlangsung, sehingga buah-buah rohaninya bisa dipetik untuk kehidupan selanjutnya.
Sementara Kanit Patwal Satlantas Polres Flotim I Made Budana yang diminta untuk mengkawal perjalanan diberi kesempatan untuk mengarahkan siswa agar tidak melakukan aksi yang tidak terpuji selama perjalanan dan juga arahan kepada semua sopir agar tertib mengendarai kendaraan karena hal ini mendukung keamanan dan kenyamanan semua pihak.
Pada pukul 09.00 Jumat (18/10/2019) puluhan kendaraan memulai konvoi dari halaman sekolah menuju ke lokasi perkemahan. Mobil patroli dari kepolisian berada pada posisi paling depan diikuti kendaraan siswa dan paling terakhir adalah kendaraan dari Satpol Pamong Praja.
Setibanya di lokasi kelompok dari Badan Penanggulangan Bencana Alam dan melibatkan sebagian siswa langsung memasang tenda karena tenda-tenda dipinjamkan dari sana.
Adapun kegiatan yang dilakukan di bumi perkemahan diantaranya kerja bakti (di kantor desa, Puskesmas dan Gereja), rekoleksi, lomba baca puisi dan pidato, penguatan tentang kenakalan remaja, ziarah ke kapela (Tuan Ana, Tuan Ma, Tuan Meninu, Maria Alleluya) dan menanggung koor dan liturgi di Gereja stasi.
Penguatan tentang tata tertib lalulintas diberikan oleh Kapolsek setempat atas nama Bapak Lorens Daton, sementara Camat Titehena Aster Soge sedikit memberi pandangan pemerintah tentang program pembangunan di kecamatan tersebut. Camat juga memberi dukungan sepenuhnya untuk pelaksanaan kegiatan camping rohani.
Sementara untuk Rekoleksi, panitia meminta Romo Bernardus Belawa Wara, Pr. Romo yang dikenal memiliki semangat muda yang tinggi ini memberi pertanyaan cukup menggelitik kepada siswa, ‘Masih Adakah Tuhan?,’ dengan harapan agar siswa dapat berpikir kritis di tengah dunia yang semakin maju dan berkembang ini.
Sebuah pertanyaan eksistensial ketika berhadapan dengan fakta Kids Zaman Now yang terasing dari dunianya akibat himpitan ilmu pengetahuan, teknologi, komunikasi dan informasi.
Pertanyaan ini bertujuan agar anak-anak sadar dan mengerti bahwa apapun kemajuan tanpa kesadaran akan eksistensinya sebagai anak Tuhan akan membuat anak-anak teralienasi dan jatuh dalam kekosongan memandang diri dan dunianya.