Syamsuddin ke BPTP Kalteng, Kursi BPTP NTT Ditempati Procula Rudlof Matitaputty
Ketika Syamsuddin ke BPTP Kalteng, Kursi BPTP NTT Ditempati Procula Rudlof Matitaputty
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
Ketika Syamsuddin ke BPTP Kalteng, Kursi BPTP NTT Ditempati Procula Rudlof Matitaputty
POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Kursi Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ( BPTP) NTT di Naibonat, sebelumnya ditempati Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc diisi pejabat baru.
Syamsuddin yang memimpin BPTP NTT selama 2 tahun 1 bulan ini akan menempati jabatan baru sebagai Kepala BPTP Kalimantan Tengah (Kalteng) dan diganti pejabat baru, Dr. Procula Rudlof Matitaputty, S.Pi, M.Si.
• BREAKING NEWS: Pelaku Buang Bayi Perempuan di Langke Rembong Ruteng Ditangkap
Disaksikan POS KUPANG.COM, di Aula BPTP NTT, Jumat (25/10/2019), kegiatan lepas sambut Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT di Naibonat dari pejabat lama, Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc ke pejabat baru, Dr. Procula Rudlof Matitaputty, S.Pi, M.Si berlangsung sederhana. Beberapa pejabat yang turut hadir Kepala Dinas Pertanian NTT, Ir. Yohan Oktafianus, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Pandapotan Sialagan dan undangan lainnya.
Mewakili ASN lingkup BPTP NTT, Dr. Jacob Nulik, menyampaikan kesan dan pesan. Dikatakannya, selama bersama pejabat sebelumnya, mereka sangat senang dalam kebersamaan. Walaupun keberadaan pejabat lama sangat singkat tapi selama ini telah menata BPTP begitu cantik.
• Lihat Antusias Ribuan Pelajar di Sikka Ikuti Science Film Festival 2019
"Banyak hal yang sudah dibuat pak Syamsuddin untuk kemajuan bidang pertanian. Pesan kami, hal positif yang sudah dibuat di BPTP NTT diterapkan di Kalimantan Tengah. Kepada pimpinan baru, kami ucapkan selamat datang di BPTP NTT. Mari bersama dalam suka dan duka mengolah lahan kering di NTT menjadi lebih baik," katanya.
Syamsuddin mengatakan, walaupun cukup singkat di NTT tapi banyak kesan yang diperolehnya. Dirinya mengenang saat tugas pertama di BPTP NTT, dirinya ditantang untuk bisa mengekspor bawang merah ke Timor Leste.
"Ini kesan pertama saya. NTT ternyata luar biasa. Kekompakan peneliti dan teknisi di sini luar biasa. Ini akan saya adopsi untuk diterapkan di Kalteng," katanya.
Sementara Procula menyatakan syukur apa yang diberikan Tuhan untuk berada di NTT. Dirinya mengibaratkan mengelola lembaga ini seperti sapu lidi. Sapu lidi jika satu saja maka tidak bisa maju. Jika dalam satu ikatan kebersamaan maka bisa bangun kebersamaan membangun NTT.
"Harapan saya kerjasama dan hasil teknologi yang sudah dihasilkan terus ditingkatkan. Mari saling dukung, sehati, sepikir, selangkah memajukan NTT ke arah yang lebih baik," ujar Procula. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Edi Hayong)