Senin, 8 Juni 2026

Berita Pendidikan

Permudah Dosen Mengajar, Peserta TMT Deklarasi Komitmen Ini

Peseta TMT deklarasi komitmen menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas.

Tayang:
Penulis: Hermina Pello | Editor: Apolonia Matilde
dokumentasi panitia
Pengukuran tinggi tanaman dan diameter pohon untuk mengukur karbon 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Peserta  TMT "Penyuksesan Kerja Sama Sektor Pemerintah-Swasta (PPP Partnership) Terhadap Perubahan Iklim bagi Ketahanan Pangan di Nusa Tenggara Timur" deklarasi komitmennya untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dalam pelaksanaan tugas.

Komitmen tersebut dideklarasikan pada acara penutupan pelatihan di So'E TTS, Jumat, 11 Oktober 2019. Peserta TMT terdiri dari petani, pegiat LSM, perwakilan pemerinth dalam hal ini Tailor Made Training  PPL  dan dosen Politeknik
Pertanian  Kupang.

Ketua Program TMT dari Politani Kupang, Melinda Moata, PhD Rabu (23/10/2019) mengungkapkan, modul yang dipakai dalam TMT ini, jika digunakan untuk kegiatan kuliah atau praktek maka akan memudahkah mahasiswa karena lebih cepat paham."Materi yang disampaikan, serta mempermudah dosen dalam mengajar," jelas Melinda Moata, PhD.

Wow! Lihat Wajah dan Tubuh Nikita Mirzani Bikin Syok Ternyata Operasi Plastik di Korea Selatan Loh

Akademisi dari Politani Kupang menyatakan kesiapannya untuk
menggunakan metode-metode pelatihan yang digunakan para fasilitator dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran di kampus, kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.

"Metode pelatihan yang digunakan oleh fasilitator dalam pelatihan ini bervariasi, dan itu sangat membantu peserta untuk tetap fokus dan konsentrasi pada materi yang diberikan dari pagi hingga sore hari. Selain itu, terlihat jelas bahwa walaupun tingkat pendidikan peserta pelatihan tidak sama, namun dengan metode yang beragam, semua peserta dapat memahami materinya dengan baik," ungkap Meilinda.

Ia menjelaskan, TMT yang diselenggarakan atas kerjasama Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani) dan Van Hall Larenstein (VHL) University of Applied Sciences, Belanda, di So'E, TTS, (7-12/20/2019).

Silvester Taneo Dilantik Jadi Rektor Undarma Kupang, Ini Yang Akan Dilakukan!

Ada dua modul yaitu "Adaptasi Iklim dalam Pengembangan yang Berkelanjutan" dengan pemateri Peter van der Meer serta "Pembelajaran dan Keterlibatan Komunitas melalui Pendekatan Partisipatif bagi Penghidupan yang Adaptif terhadap Iklim" dengan pemateri Pleun van Arensbergen.

Peserta TMT berasal dari berbagai kalangan profesi, mulai dari petani, ASN, pegiat LSM, diantaranya CIS Timor, PIKUL, Gerbang Mas, YBTM, WVI dan FPRB, serta kalangan akademisi, khususnya staf dosen dari Politani Kupang.

Bagi para petani, kata Melinda, komitmen yang dideklarasikan para petani peserta pelatihan antara lain, menanam lebih banyak pohon, menerapkan sistem pertanian terpadu dengan rotasi tanaman, irigasi tetes serta mulsa, mengubah mindset petani dari meningkatkan produksi untuk kepentingan pribadi ke memikirkan ekosistem secara kawasan.

Rapat Perdana, Jokowi Ingatkan Tak Ada Visi Misi Menteri, yang Ada Hanya Presiden dan Wakil Presiden

Sementara bagi para pegiat LSM, berkomitmen untuk mengintegrasikan metode Climate Smart Agriculture (CSA) pada semua program yang dijalankan.

Misalnya penggunaan metode CSA untuk program pangan dan pulau kecil (Yayasan PIKUL), pertanian ramah lingkungan (Gerbang Mas).

Lanjutnya konservasi air dan lahan serta pengembangan pertanian hortikultura (YBTS), budidaya pengembangan kelor di lahan kosong (WVI), serta aktivitas perlindungan air (CIS Timor).

Bayi Perempuan Diisi di Dalam Kantong Plastik Hitam Ditemukan Saat Mama Ima Mencari Pakan Babi

"Semua pegiat LSM sepakat untuk menggunakan metode CSA dan PRA ketika memulai project-assessment, serta mengajari masyarakat dampingan untuk bisa menngunakan metode CSA secara mandiri," ungkap Meilinda.

Yang tidak kalah penting adalah melakukan gerakan advokasi guna mendorong pengambil kebijakan untuk tanggap terhadap adaptasi perubahan iklim.

Perwakilan sektor pemerintahan yang terdiri dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Kupang dan TTS ikut berkomitmen untuk memasukkan kegiatan yang berkaitan dengan penerapan CSA guna melengkapi rencana kerja dan penetapan program khusus untuk penyuluhan di lokasi kegiatan masing-masing.

Tak Masuk Jajaran Menteri Jokowi-Maruf, AHY Titip Pesan Ini Ke Jokowi dan Kabinet Indonesia Maju

Termasuk didalamnya menambahkan berbagai metode yang sudah dipelajari/dipraktekkan selama periode pelatihan dalam melaksanakan pendampingan dan pembinaan kepada masyarakat terutama kelompok tani.

"Kami juga berkomitmen untuk mengimplementasi pendekatan ini melalui pratek secara sederhana bersama petani/ masyarakat," ujar Semi Sir Lalang, SP, PPL Kabupaten Kupang.

Pelatihan yang sama masih akan dilakukan pada Mei 2020, namun dengan penekanan pada value chain.

Kegiatan TMT ini dikembangkan oleh Universitas Van Hall Larenstein-Belanda, Orange Star Solutions, dan Politani Kupang, Didanai oleh Nuffic Tailor-Made Training.

Ketua program dari Van Hall Larenstein, Univ. of Applied Science adalah Prof. Dr. Eurídice Leyequién.

Renungan Harian Katolik, Kamis 24 Oktober 2019 : Api Roh Kudus

Menurut Moata, latar belakang dikembangkannya kegiatan ini adalah adanya pergantian musim di NTT yang semakin sulit untuk diprediksi dengan curah hujan yang tidak menentu pula.

Di bawah kondisi ini, lanjutnya, pertanian menjadi taruhan, dimana petani tidak dapat melakukan perencanaan ke depan maupun memberikan tanggapan atau respon terhadap situasi yang beragam.

Akibatnya, hasil panen menurun. Ketidakmampuan untuk berespon ini semakin diperburuk oleh laju pembangunan yang lambat dan kekurangan air yang akut.

Dengan mempertimbangkan proyeksi dampak perubahan iklim, ketergantungan penduduk terhadap pertanian, dan kecilnya operasi pertanian di provinsi ini, maka sangat mendesak sektor ini untuk melakukan transformasi atau perubahan.

Inovasi yang menangani hal-hal terkait adaptasi iklim di sektor pertanian adalah prioritas utama. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved