Begini Bantahan Mantan Kacab Bank NTT Oelamasi Terkait Buntut Laporan Pidana Penyalahgunaan Wewenang

bertindak sebagai kuasa hukum menyatakan, kliennya kooperatif mengikuti seluruh proses termasuk proses hukum yang berjalan.

Begini Bantahan Mantan Kacab Bank NTT Oelamasi Terkait Buntut Laporan Pidana Penyalahgunaan Wewenang
POS KUPANG/RYAN NONG
Mantan Kepala Bank NTT Kantor Cabang Oelamasi Kabupaten Kupang, John N.C. Sine (41) bersama kuasa hukumnya Samuel Haning SH, MH, saat memberi keterangan kepada wartawan di Kupang 

Begini Bantahan Mantan Kacab Bank NTT Oelamasi Terkait Buntut Laporan Pidana Perbankan Penyalahgunaan Wewenang

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Mantan Kepala Bank NTT Kantor Cabang Oelamasi Kabupaten Kupang, John N.C. Sine (41) menyatakan tidak ada "kredit topeng" dalam pemberian kredit yang dilakukan pihaknya pada nasabah. 

Pihaknya telah memberikan dan mencairkan permohonan kredit kepada nasabah melalui proses yang sesuai dengan Standar Operasional Perusahaan (SOP).  

Hal ini disampaikan John N.C. Sine bersama kuasa hukumnya Samuel Haning SH., MH., kepada wartawan ketika menggelar jumpa pers di Kupang. 

John saat ini diskors dari jabatan sebagai kepala Bank NTT Cabang Oelamasi dan dari status sebagai karyawan Bank NTT.

Ia bahkan dilaporkan oleh manajemen baru Bank NTT Oelamasi ke Polres Kupang dengan tuduhan tindak pidana perbankan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian kredit KMK-KUR dan KMK RC Proyek/KI yang oleh pihak manajemen disebut sebagai "kredit topeng".

"Apa yang kita lakukan dalam pemberian kredit itu sudah sesuai dengan tupoksi sebagai pimpinan cabang," ujar John Sine. 

Ia menyampaikan, dalam memberikan kredit kepada 24 debitur yang belakangan kemudian "bermasalah" di Kantor Cabang Oelamasi, pihaknya telah memprosesnya sesuai dengan aturan internal bank.

Jumlah pinjaman kepada 24 debitur, jelasnya, adalah sebesar Rp. 8.800.000.000. Total pokok kredit yang telah dibayarkan sebesar Rp. 1.062.592.566, dengan pembayaran bunga sebesar Rp. 946.470.892.  Dari 24 debitur itu, tiga debitur diantaranya telah melunasi kredit sebesar Rp. 600.000.000.

Ia menerangkan, beberapa debitur yang telah jatuh tempo memang menunda pembayaran hingga menyebabkan kredit macet, namun mereka tetap melakukan pembayaran bunga.

Meski demikian, ia menggaransi pembayaran tetap dilakukan karena semua nasabah telah membuat pernyataan untuk mengembalikan pada bulan Desember mendatang.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved