News

Klaim Sebagai Pemilik Lahan Bendungan Temef, Kajari SoE Sebut tak Ada Nama Fransiskus Mella

Jakob Benu menegaskan, berdasarkan hasil pendataan, tidak ada lahan atas nama Fransiskus Lodowik Mella dalam kawasan pembangunan Bendungan Temef.

Klaim Sebagai Pemilik Lahan Bendungan Temef, Kajari SoE Sebut tak Ada Nama Fransiskus Mella
istimewa
pekerjaan conduit pengelak Bendungan Temef di TTS - NTT 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jakob Benu, menegaskan, berdasarkan hasil pendataan, tidak ada lahan atas nama Fransiskus Lodowik Mella dalam kawasan pembangunan Bendungan Temef.

Menurutnya, seluruh proses dan tahapan persiapan lahan sudah selesai dan datanya telah diserahkan kepada Gubernur NTT. Selanjutnya, kata Jacob di SoE, Kamis (17/10/2019), untuk proses pengukuran dan penafsiran nilai ganti rugi akan dilakukan oleh BPN dan tim appraisal.

Bendungan Temef dibangun di atas wilayah tiga desa, yaitu Desa Oenino, Konbaki dan Pene Utara. Sesuai data, ada 640 bidang tanah dengan luasan berbeda yang dikuasai oleh 298 warga.

"Dari 298 warga tersebut tidak ada nama Fransiskus Mella yang merupakan penggugat ganti rugi tanah Bendungan Temef senilai Rp 312 miliar," ungkap Jakob.

Hal senada diungkapkan Kajari SoE, Fachrizal, yang masuk dalam tim persiapan lahan Bendungan Temef. Fachrizal mengatakan, sejak pendataan mulai Maret 2018 hingga proses usulan penetapan lokasi, nama Fransiskus Mella tidak ada.

Tidak hanya itu, dalam proses pendataan, sosialisasi dan dialog publik, pihak Fransiskus Mella tidak pernah hadir untuk melapor adanya tanah milik mereka atau melakukan protes kepada tim.

Fachrizal mengaku sudah ada komunikasi dari Pemda TTS untuk meminta Kejari SoE sebagai kuasa hukum dalam menghadapi gugatan ganti rugi lahan oleh penggugat Fransiskus Mella di Pengadilan Negeri SoE.

"Kita masih menunggu surat kuasa khusus untuk mulai bekerja," tegas Fachrizal, Kamis (17/10/2019).

Diberitakan sebelumnya, Fransiskus Lodowik Mella menggugat ganti rugi tanah seluas 312 hektar di Desa Konbaki, Kecamatan Polen, yang masuk dalam lahan pembangunan Bendungan Temef.

Tak tanggung-tanggung, Fransiskus Mella menggugat biaya ganti rugi lahan kepada pemerintah sebesar Rp 312 miliar atau per meternya dihargai Rp 100.000. *

Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved