Masih Ingat Kasus Bocah Kembar Dibunuh Ibu Kandung di Kupang? Simak Perkembangannya
Masih ingat kasus bocah kembar tewas dibunuh ibu kandung di Kota Kupang? simak perkembangannya
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
Masih ingat kasus bocah kembar tewas dibunuh ibu kandung di Kota Kupang? simak perkembangannya
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Masih ingat kasus bocah kembar tewas dibunuh ibu kandung di Kota Kupang? simak perkembangannya.
Usai menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan bocah kembar yang dilakukan oleh tersangka, Dewi Regina Ano (24), pihak kepolisian akan segera melimpahkan berkas perkara tahap satu kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang.
Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MH melalui Kaur Bin Orps (KBO) Satreskrim Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan P. Sujana, SH saat dihubungi pada Jumat (18/10/2019).
• Anggota Satgas Yonif 132/BS dari Pos Naikake Beri Bantuan Sembako kepada Warga di Perbatasan RI-RDTL
"Berkas perkara tahap satu kasus tersebut segera kami limpahkan, direncanakan pada Senin (21/10/2019) mendatang," katanya
Sebelumnya diberitakan, Dewi Regina Ano (24), ibu kandung yang membunuh anak kembarnya menangis saat menjalani rekonstruksi kasus itu di Mapolres Kupang Kota, Jumat (11/10/2019).
Dewi terlihat menangis saat menjalankan adegan ketiga dimana saat itu tengah duduk bersama suaminya, Obir Masus (32).
Obir Masus dan seorang saksi Yoris Banani dalam adegan tersebut kembali ke TKP untuk makan dan istirahat usai bekerja.
• 82 Dari 173 Desa Sumba Barat Daya Belum Cairkan Dana Desa, Ini Alasannya
Obir yang mengenakan jaket hijau bahkan tak menatap tersangka, ia hanya duduk terdiam hingga reka ulang selanjutnya.
Tersangka Dewi, kembali menangis hingga mengusap air matanya saat selesai melakukan seluruh adegan dan berjalan menuju ruang Unit PPA Satreskrim Polres Kupang Kota.
Ditemani seorang penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Kupang Kota dan kuasa hukumnya, Dewi sempat menoleh dan melihat Obir, tapi tak ada respon dari sang suami.
"Mau ketemu," kata penyidik kepada Dewi.
Merespon pertanyaan itu, Dewi hanya menoleh melihat suaminya beberapa saat dan berjalan sambil menangis.
Obir Masus saat diwawancarai merasa sakit hati karena anak kembarnya, Angga Masus dan Angki Masus dihabisi isterinya.
"Setelah kejadian saya susah tidur, ingat anak saya," katanya.