Ternak Bantuan Distan Ende Diselewengkan
ada pemeriksaan dari dinas maka kelompok tani selalu memberikan alasan bahwa ternak bantuan baik sapi ataupun babi sudah mati
Penulis: Romualdus Pius | Editor: Rosalina Woso
Ternak Bantuan Distan Ende Diselewengkan
POS-KUPANG.COM|ENDE---Anggota DPRD Kabupaten Ende, Baltasar Sailatua mensinyalir bahwa sapi bantuan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende kepada kelompok masyarakat di daerah itu diselewengkan akibatnya bantuan yang diberikan terkesan sia-sia.
Kepada Pos Kupang.Com, Jumat (18/10/2019), Baltasar mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang didapatkan dalam rapat kerja Komisi II DPRD Kabupaten Ende dengan Dinas Pertanian Kabupaten Ende menyatakan bahwa bantuan ternak bagi kelompok warga terkesan mubasir.
Dalam rapat kerja terungkap bahwa ketika ada pemeriksaan dari dinas maka kelompok tani selalu memberikan alasan bahwa ternak bantuan baik sapi ataupun babi sudah mati sehingga tidak bisa dikembangkan lagi.
Padahal pada kenyataanya sapi dan babi tersebut telah disalahgunakan untuk urusan adat yang kerap dikenal dengan wurumana atau antaran pada saat adat,ujar Baltasar.
Alasan yang paling tepat adalah ternak sudah mati maka dengan demikian tentu tidak ada harapan selanjutnya kepada kelompok ternak tersebut.
Padahal ujar Baltasar keberadaan ternak bantuan itu dengan harapan untuk menopang ekonomi keluarga namun pada kenyataannya disalahgunakan untuk urusan lainnya.
Oleh karena itu Baltasar berharap kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende untuk mengevaluasi sistem bantuan ternak kepada masyarakat agar bantuan yang ada tepat sasaran.
“Tentu yang paling penting adalah adanya peningkatan ekonomi keluarga dari masing-masing anggota kelompok,” kata Baltasar.
Selain itu Baltasar juga meminta kepada kepala dinas pertanian dan peternakan Kabupaten Ende untuk mengevaluasi secara total pelaksanaan pemberian bantuan ternak karena terkesan ada indikasi penyelewengan oleh oknum tertentu pada dinas tersebut.
“Masa bantuan yang sama selalu diberikan kepada kelompok yang sama setiap tahun. Ini ada apa jangan-jangan ada permainan antara oknum di dinas dengan kelompok penerima bantuan,”kata Baltasar.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ende, Ir. Marianus Alexander dalam kesempatan rapat kerja dengan Komisi II DPRD Kabupaten Ende mengatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi pemberian bantuan ternak kepada warga apabila memang ada penyelewengan di kelompok penerima bantuan.
• Proyek Air Di Nuabosi Terkendala Warga
• Trauma Kerusuhan Wamena, Adelheid Pilih Pulang Kampung
• Pilkada NTT - Pemkab Manggarai dan Malaka Belum Setuju Dana untuk Bawaslu
Marianus mengatakan pihaknya juga meyayangkan bahwa bantuan ternak yang semestinya dipergunakan untuk mendongkrak ekonomi warga namun disalahgunakan. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/baltasar-sailatua.jpg)