BREAKING NEWS: Diduga Makan Daging Sapi yang Sudah Mati, 50 Warga TTU Dilarikan ke Puskesmas

Semuanya sudah habis di dikelolah dan dimakan oleh warga, sebagian dari warga yang makan mengalami pusing, mual, muntah, dan diare.

BREAKING NEWS: Diduga Makan Daging Sapi yang Sudah Mati, 50 Warga TTU Dilarikan ke Puskesmas
POS KUPANG/THOMAS MBENU NULANGI
Para petugas di Puskesmas Lurasik sedang merawat warga yang mengalami keracunan, Kamis (17/10/2019). 

BREAKING NEWS : Diduga Makan Daging Sapi yang Sudah Mati, Sekira 50 Warga TTU Dilarikan ke Puskesmas

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Sebanyak 50 orang warga di Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dilarikan ke Puskesmas Lurasik, Kamis (17/10/2019).

Warga sebanyak itu dilarikan ke Puskesmas Lurasik karena diduga makan daging sapi yang sudah mati sehari sebelum dilarikan ke puskesmas tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, 50 orang warga yang dilarikan ke Puskesmas Lurasik tersebut dari beberapa desa yang ada di sekitar kecamatan Biboki Selatan.

Mereka berasal dari Desa Biloe, Desa Sapaen, Desa Hauteas Barat, dan Desa Taunbaen Timur dengan jumlah penderita keracunan kurang lebih sebanyak 50 Orang.

Kronologis kejadian tersebut bermula ketika pada hari, Kamis (18/10/2010) sekira pukul 07:40 Wita sebanyak 50 an warga makan daging sapi yang sudah mati.

Dimana daging tersebut milik salah seorang warga bernama Edmundus Tnesi Ampolo yang disembelih dalam kadaan sudah mati pada, Selasa (15/10/2019).

Setelah disembeli, daging sapi tersebut kemudian dijual kepada warga. Pemiliknya menukar satu ikat daging sapi tersebut dengan padi gabah satu karung.

Pada saat daging tersebut semuanya sudah habis di dikelolah dan dimakan oleh warga, sebagian dari warga yang makan mengalami pusing, mual, muntah, dan diare.

Informasi lain yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan bahwa sebelum mati, sapi tersebut di suntik selama dua kali, dimana suntikan pertama terjadi pada bulan Agustus 2019.

Sementara itu, untuk suntikan kedua dilakukan pada tangg 17 September 2019 sebelum sapi tersebut mati.

Sementara itu, suntikan pertama sapi tersebut dilakukan oleh Frans Meo, dan suntikan kedua disuntik oleh Yoseph Lua. Keduanya bukan pagawai dari Dinas Peternakan.

BREAKING NEWS : Cari Rumput di Kebun, Bergita Tewas Tersengat Arus Listrik

Mari ! Mengenal Lebih Jauh Tentang Sakura Sumba dan Nikis, Pesona Alam Yang Masih Tersembunyi

Saat ini, 49 warga yang mengalami keracunan daging sapi tersebut sedang dirawat secara intensif di Puskesmas Lurasik, dan satu orang lainnya dibawakan ke Rumah Sakit Marianum Halulik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved