Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Harian Kristen Sabtu 19 Oktober 2019 ''Bersekutu Demi Kesaksian yang Benar dan Berbuah''

Renungan Harian Kristen Sabtu 19 Oktober 2019 ''Bersekutu Demi Kesaksian yang Benar dan Berbuah''

Renungan Harian Kristen Sabtu 19 Oktober 2019 ''Bersekutu Demi Kesaksian yang Benar dan Berbuah''
istimewa
Renungan Harian Kristen Sabtu 19 Oktober 2019 ''Bersekutu Demi Kesaksian yang Benar dan Berbuah''

Tiga tugas para murid ini dijalankan mereka dengan sangat baik walaupun Kitab Kisah Para Rasul menggambarkan kesulitan-kesulitan para Rasul dalam menyebarkan Injil, tetapi oleh Sang Tabib terkasih, Lukas mencatat bahwa perkembangan Gereja sangat luar biasa sejak saat itu bahkan kita juga bersaksi sampai detik ini kesaksian Lukas masih terus terjadi.

Jika kita menarik benang pembacaan firman Tuhan saat ini dengan persidangan sinode yang sudah kita mulai pada hari ini, maka adalah baiknya jika kita juga merefleksikan dari 3 sikap para murid ini dalam kehidupan bergereja kita.

Walaupun Konteks kita saat ini, bukanlah untuk menerima pencurahan Roh Kudus lagi karena kita sudah menerima itu, namun firman ini akan menolong kita untuk merenungkan bahkan memperbaharui keterpanggilan kita untuk terus melanjutkan tongkat estafet pelayanan yang sudah kita terima sejak peristiwa pentakosta terjadi.

Mari kita hubungkan keterkaitan antara konteks kita saat ini dengan 3 tugas para murid tadi yaitu BERKUMPUL BERSAMA-SAMA –MENUNGGU-DAN MENJADI SAKSI KRISTUS…

Ayat 4 mengatakan bahwa “YESUS MAKAN BERSAMA-SAMA DENGAN MEREKA”..bisa kita katakan juga bahwa Yesus berkumpul bersama-sama, makan bersama-sama dan berbicara bersama dengan murid-murid….intinya bahwa mereka bersama-sama, dong sama-sama.

Nah disinilah letak kuncinya, bahwa kalo mau persekutuan itu baik, maka murid-murid memberi contoh saat ini, bahwa segala sesuatu harus dilakukan bersama-sama, berkumpul bersama-sama, makan bersama-sama, duduk bersama-sama, berbicarapun hal yang sama AMIN????

Semuanya harus dilakukan bersama-sama, sebab banyak realita menunjukan bahwa banyak orang berkumpul bersama-sama, tetapi belum tentu berbicara hal yang sama ya…coba kita amati disebuah ruang tunggu bandara, disana semua orang berkumpul bersama-sama tetapi tidak berbicara hal yang bersama.

Untuk kesekian kalinya kita dipanggil lagi untuk berkumpul, untuk yang ke-34 kalinya para abdi Allah di GMIT dipanggil Yesus untuk berkumpul…berkumpul dalam persidangan dan tentunya dalam perkumpulan ini, kita juga akan berbicara bersama-sama tentang hal yang sama…berbicara tentang pelayanan kita diwaktu yang lalu, berbicara tentang pelayanan kita saat ini dan berbicara tentang rencana pelayanan kita kedepan..

Kita berkumpul bersama-sama dan berbicara hal yang sama, semuanya dilakukan secara bersama, tidak berkelompok-kelompok, tidak berkubu-kubu, tidak berdua-duaan atau bertiga-tigaan dan seterusnya…SEMUANYA HARUS DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA JIKA KITA INGIN GEREJA KITA, JIKA INGIN GMIT MENJADI BERKAT BAGI DUNIA INI….

Dalam perkumpulan bersama ini, dalam persidangan bersama ini, kita diminta untuk menunggu, bukan menunggu Roh Kudus dicurahkan lagi tetapi menunggu agar Roh Kudus menolong kita merumuskan berbagai hal bagi kepentingan persekutuan dan pelayanan serta organisasi kita…menunggu dengan aktif seperti para murid, yaitu menunggu dengan merancangkan dan menetapkan bersama ketentuan, kebijakan dan peraturan bagi persekutuan kita ini…bahkan seperti para murid membuang undi untuk memilih pengganti Yudas, kita juga menunggu dengan akan memilih Majelis Sinode Harian dan Anggota-Anggotanya….

Ini penting untuk kita ingat bahwa menunggu Roh Kudus bekerja harus dilakukan secara aktif agar persekutuan kita bisa terus bergerak maju, sehingga kita tidak dikalahkan oleh dunia dengan tantangan-tangangannya.

Danyang terakhir adalah kita harus menjadi saksi Kristus dimulai dari tempat-tempat pelayanan kita.

Setelah kita bersidang, kita akan membawa keputusan-keputusan sidang untuk melanjutkan pelayanan kita, sebab tugas kita adalah bersaksi.

Murid-murid mencontohkan hal tersebut, setelah berkumpul dan menunggu, mereka akirnya menyebar ke seluruh penjuru bumi untuk bersaksi bagi Kristus karena kuasa bersaksi sudah mereka terima.

Kitapun seharusnya demikian, setelah bersidang, menghasilkan keputusan-keputusan selama 7hari, maka kitapun harus kembali kesudut kita untuk melanjutkan karya pelayanan kita masing-masing.

Namun tidak sedikit orang yang terpesona dengan sebuah perkumpulan sehingga sulit baginya untuk melanjutkan pelayanannya…ia lebih suka terus berkumpul dan melupakan tujuan utamanya yaitu menyebarkan injil…

Oleh karena itu pesan firman Tuhan bagi kita malam ini yaitu bahwa hari inikita sudah dipanggil untuk berkumpul bersama dengan Yesus, Roh Kudus menolong kita agar dalam menunggu, kita diberikan kemampuan agar saat bersidang beberapa hari kedepan, kita mampu untuk menetapkan dan memutuskan bersama banyak hal.

Sehingga ketika persidangan berakhir, dengan membawa hasil-hasil keputusan, masing-masing kita akan kembali untuk terus menjadi saksi Kristus lewat pelayanan dan organisasi kita…dengan demikian kita-pun dapat berkata seperti Paulus “APAPUN YANG KITA PERBUAT, KITA PERBUAT DENGAN SEGENAP HATI SEPERTI UNTUK TUHAN DAN BUKAN UNTUK MANUSIA”…..firman Tuhan memberkati. Amin (*)

Editor: maria anitoda
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved