Cegah Tindakan Ilegal di Perbatasan, TNI dan Sejumlah Intansi Lakukan Patroli Bersama

Saat ini pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap masuk/keluarnya ternak babi di Indonesia.

Cegah Tindakan Ilegal di Perbatasan, TNI dan Sejumlah Intansi Lakukan Patroli Bersama
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ dan sejumlah intansi pemerintah melakukan patroli bersama di jalur perbatasan RI-RDTL, Kamis (16/10/2019). 

Cegah Tindakan Ilegal di Perbatasan, TNI dan Sejumlah Intansi Lakukan Patroli Bersama

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA--Untuk mencegah masuknya wabah penyakit African Swine Fever (ASF) ke Indonesia, sejumlah instansi bersama Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ melakukan patroli bersama di jalur perbatasan RI-RDTL, Kamis (16/10/2019).

Patroli bersama ini lebih difokuskan pada jalur-jalur alternatif atau yang kerap disebut "jalur tikus". Selain itu, patroli juga dilakukan di jalur pantai.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol (Inf) Ikhsanudin, S.Sos.,M.M kepada wartawan, Kamis (17/10/2019) mengatakan, salah satu tujuan dari patroli bersama ini untuk mengantisipasi masuknya hewan peliharaan seperti babi dari Timor Leste ke Indonesia berkaitan dengan virus African Swine Fever (ASF) atau virus babi.

Saat ini pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap masuk/keluarnya ternak babi di Indonesia.

Selain itu, patroli ini juga dalam rangka menjaga wilayah perbatasan antara RI-RDTL agar tidak ada penyusupan dan penyeludupan di jalur yang tidak di resmi.

Menurut Ikhsanudin, personel Pos Motaain Satgas Pamtas RI-RDTL melaksanakan patroli bersama dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Bea Cukai, Pos Polisi Motaain, Pos Brimob Motaain, Penanggung jawab Karantina Pertanian WKP Motaain, Penanggung jawab Kesehatan Pelabuhan Motaain, Pos Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Atapupu, Imigrasi Kelas ll Atambua, Komando Distrik Militer 1605 Belu dan Dinas Perikanan Kabupaten Belu.

Patroli dilaksanakan di jalur-jalur tidak resmi atau jalur tikus yang terdapat di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu-NTT. Patroli dipimpin oleh Pratu Yesmi.

Menurut Ikhsanudin, patroli bersama ini dilakukan agar mengecek dan mengawasi lalulintas orang dan barang di wilayah perbatasan secara khusus di jalur-jalur alternatif yang tidak resmi.

"Patroli bersama dilakukan agar tidak ada masyarakat yang melakukan kegiatan keluar/masuk NKRI melalui jalur yang tidak resmi dan tanpa melalui ijin resmi dari instansi pemerintah terkait", kata Ikhsanudin.

Saat patroli, petugas dari berbagai intansi memberikan pencerahan kepada masyarakat agar taat pada aturan saat melintas batas negara. Tim patroli juga memberi arahan khusus buat warga di sekitar pantai agar berhati-hati dengan virus babi yang dapat masuk ke wilayah Indonesia. Masyarakat dianjurkan agar ternak babi dikadangkan demi meminimalisir kemungkinan ternak milik warga terkena virus.

Personil Satgas Pamtas Pos Motaain Pratu Yesmi menambhakan, sebelum kegiatan patroli bersama, Kementerian Kelautan dan Perikanan terlebih dahulu melaksanakan briefing bersama instansi terkait di Aula PLBN Motaain. Hal ini penting dilakukan agar personel Pos Motaain mengetahui tindakan apa yang harus dilaksanakan sebagai pengamanan perbatasan NKRI.

Usai briefing, mereka melaksanakan patroli bersama di rute pantai dengan pertimbangan rute laut biasa dilalui warga untuk aktivitas ilegal, baik penyeludupan maupun melewati batas negara tanpa dilengkapi identitas resmi.

BREAKING NEWS: Keracunan Makanan di Sei TTS Renggut Satu Korban Jiwa

Ramalan Zodiak Cinta Besok Jumat 18 Oktober 2019 Libra Genit Banget Leo Egois Pisces Doi Rindu

Pratu Yesmi atas nama Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ menyampaikan kepada warga masyarakat untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Kepada masyarakat dihimbau agar tidak melakukan kegiatan yang bertentangan dengan hukum. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,
Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved