Belum Ada Dokter Ahli Mata di Sumba Timur, Ini Penjelasan Kabid P2P Jonker Telnoni

Belum ada dokter ahli mata di Sumba Timur, ini penjelasan Kabid P2P Jonker Telnoni

Belum Ada Dokter Ahli Mata di Sumba Timur, Ini Penjelasan Kabid P2P Jonker Telnoni
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Jonker Telnoni 

Belum ada dokter ahli mata di Sumba Timur, ini penjelasan Kabid P2P Jonker Telnoni

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Miris, di Kabupaten Sumba Timur saat ini tidak ada dokter spesialis/ahli penyakit mata.

Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, Dr. Chrisnawan Try Haryantana, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Jonker Telnoni, kepada POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Kamis (17/10/2019) mengatakan, terkait dokter ahli mata di Sumba Timur beberapa tahun yang lalu sempat ada, namun kini tidak ada lagi dokter ahli mata.

Kementerian Desa Susun Bussines Plan Produk Unggul di Perbatasan

"Beberapa tahun yang lalu pernah ada, tetapi setelah selesai masa tugasnya mereka sudah kembali, dan sekarang tidak ada dokter mata lagi di Sumba Timur,"jelas Jonker.

Dikatakan Jonker, keberadaan dokter ahli mata di Kabupaten Sumba Timur sangat dibutuhkan karena penyakit mata banyak diderita oleh pasien. Karena kebutuhan dokter ahli mata ini sangat penting, pihak Pemerintah Daerah melakukan permintaan dokter ahli mata ke sejumlah unit termasuk unit pendidikan. "Tapi belum terpenuhi sampai dengan saat ini,"imbuh Jonker.

TRIBUN WIKI: Menikmati Gurihnya Kopi Leubatang Lembata di Expo Uyelewun Raya

Ketika ditanya apakah karena alasan insentif terhadap dokter ahli tidak mencukupi atau karena daerah terpencil Sumba Timur, kata Jonker, soal insentif cukup besar untuk di NTT Kabuparen Sumba Timur masuk dalam daftar pemberian insentif terhadap dokter ahli cukup besar. Insentif yang diberikan kepada dokter ahli sebesar Rp 35 juta perbulan perorang.

"Sesungguhnya dukungan Pemda dan DPRD sebenarnya sangat pro terhadap layanan kesehatan dan untuk itu khusus kepada dokter ahli dianggarkan perdokter ahli Rp 35 juta perbulan. Sebenarnya kita di Sumba Timur termasuk salah satu pemberian insentif tertinggi untuk dokter ahli,"ungkap Jonker.

Menurut Jonker, alasan tidak adanya dokter ahli mata mungkin dikarenakan ketersediaan dokter ahli mata masih terbatas sehingga belum ada yang ke Sumba Timur.

"Jadi harapan kita agar ada dokter ahli mata yang ada di Sumba Timur. Karena keberadaan dokter ahli mata sangat penting,"pungkas Jonker. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved