Pria di Kupang Cor Hidup-Hidup Istrinya di Lubang WC, 7 Tahun Kemudian si Anak Lakukan Hal Ini

Pria di Kupang Cor Hidup-Hidup Istrinya di Lubang WC, 7 Tahun Kemudian si Anak Lakukan Hal Tak Terduga

Pria di Kupang Cor Hidup-Hidup Istrinya di Lubang WC, 7 Tahun Kemudian si Anak Lakukan Hal Ini
pk/ben
Antonius Sinaga, yang membunuh Yance Suni, istrinya dengan cara mencor hidup-hidup istrinya di lubang WC, 7 tahun kemudian anaknya, Yohan Sinaga gantung diri 

Bapak empat anak itu juga dijerat tuduhan kasus lain berupa penganiayaan terhadap majikan istrinya, seorang pensiunan polisi militer TNI, Gregorius Klau.

Fakta itu terungkap saat penyidik Polres Kupang Kota menyerahkan tahap kedua berkas dan tersangka Anton Sinaga ke jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Kupang, Jumat (4/1/2013) pagi.

Penyidik Polres Kupang Kota menyerahkan Sinaga setelah jaksa penuntut umum menyatakan berkas kasus dengan tuduhan penganiayaan terhadap Klau dinyatakan lengkap.

Seperti disaksikan nampak Sinaga mengenakan baju kaos warna biru muda duduk dihadapkan kepada jaksa penuntut umum Kejari Kupang, Yupiter Selan, SH. Kepada jaksa, Sinaga mengaku nekat memukul korban beberapa bulan lalu lantaran cemburu dengan perhatian Klau terhadap istrinya.

"Saya sebagai suami sangat cemburu pak," ujar Antonius Sinaga.

Antonius Sinaga, yang membunuh Yance Suni, istrinya dengan cara mencor hidup-hidup istrinya di lubang WC, 7 tahun kemudian anaknya, Yohan Sinaga gantung diri (pk/ben)
Kepada jaksa, polisi menunjukkan beberapa barang bukti diantaranya uang seratus ribu dan obat-obatan. Selain itu bukti berupa hasil visum dari dokter.

Uang dan obat-obatan itu merupakan pemberian Gregorius lantaran diberitahu Yance selaku pembantu rumah tangga yang bekerja di rumahnya sakit.

Kepala Kejaksaan Negeri Kupang, Risma H Lada yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidum, Yupiter Selan, SH membenarkan dua kasus yang dituduhkan kepada Sinaga.

Kasus pemukulan terhadap Klau selaku majikan korban berlangsung sebelum ditemukan mayat Yance Sunis.

"Kasus inilah yang membuka tabir kematian Yance, istri Sinaga. Setelah penyelidikan mendalam yang dilakukan kepolisian terungkap Yance dibunuh dengan cara dikubur hidup-hidup. Korban dipukul saat bertemu di jalan raya dengan tersangka," ujar Selan.( Pos-Kupang.con, Benny Jahang)

* Sebelum Bunuh Diri Siswa SMP Di Kupang Tulis Surat Wasiat untuk Keluarga. 

Ia Yohan Sinaga (14), salah satu siswa SMP di Kota Kupang, NTT, ditemukan tewas bunuh diri wilayah Kota Kupang, Senin (14/10/2019).

Korban yang kini duduk di bangku salah satu SMPN di Kota Kupang tersebut, ditemukan pertama kali oleh Kristofel Key (57) warga sekitar lokasi kejadian, sekitar pukul 08.30 Wita.

Paman korban, Nahor L Takaeb (60) mengaku, korban merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.

Diakuinya, korban merupakan anak yang pintar dan berprestasi di sekolah.

"Dia (korban) selalu rangking di kelas, bahkan waktu di SD dia juga dapat beasiswa karena berprestasi," katanya saat ditemui di RSB Drs Titus Ully Kupang, Senin (14/10/2019) sore.

Jasad Yohan Sinaga, siswa SMPN 9 Kota Kupang yang tewas bunuh diri, dievakuasi ke RSUB Titus Ully, Kota Kupang, Senin (14/10/2019)sore. (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG)
Selama ini, lanjut dia, korban tinggal bersamanya di rumah, di Jalan Hibrida, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Sudah cukup lama korban tinggal bersamanya, setelah tujuh tahun silam ibu korban tewas dibunuh oleh ayah korban, Antonius Sinaga.

Korban dan kakak laki-laki kandungnya berinisial US,  sangat membenci ayahnya atas tindakan kejam sang ayah terhadap ibu mereka.

Pasalnya, ibu korban itu dibunuh lalu dicor menggunakan semen di belakang rumah korban.

"Korban ini paling dekat dan disayang mamanya yang sudah meninggal," ujarnya.

Korban dan kakak laki-lakinya bahkan tidak pernah membesuk bapaknya yang mendekam di penjara.

"Korban ini tidak pernah membesuk bapaknya. Hanya dua saudara perempuannya saja yang selalu membesuk ayah mereka," katanya.

Sementara itu, bibi korban, Yosina Takaeb (47) mengaku korban meninggalkan rumah pada Sabtu (12/10/2019) lalu.

Pihaknya berusaha mencari korban di keluarga lainnya, namun tidak ditemukan.

"Hanya cari biasa saja, tidak ada pikiran sampai terjadi kejadian ini," paparnya.

Diakuinya, korban sangat sedih dan terpukul semenjak ibunya tewas ditangan bapak kandungnya.

Hal itulah yang membuat korban membenci sang ayah. Hal itu juga tertulis dalam surat wasiat yang ditinggalkannya untuk keluarga.

"Dia selalu ingat mama dia, kalau ada masalah dan marah dia, dia selalu ingat mamanya dia," ujarnya.

Pihak keluarga ikhlas dan menerima kejadian tersebut dengan lapang dada.

Keluarga pun menolak untuk jenazah korban diotopsi. Jenazah korban usai divisum dibawa ke rumah duka dan langsung dimakamkan.

Diakuinya, , korban merupakan siswa kelas VIII SMPN 9 Kota Kupang.

"Korban sekolah di SMPN 9 Kupang. Sedangkan kakak kandungnya, pernah sekolah di SMPN 13 Kota Kupang," katanya.

Sementara itu, sejumlah guru korban dari SMPN 9 Kota Kupang dan seorang rekan siswa korban mendatangi RSB Drs Titus Ully Kupang untuk melihat keadaan korban.

Seorang guru kelas korban, Eti Wabang, mengaku, korban dikenal sebagai siswa yang cukup aktif di kelas.

"Korban memang nakal, tapi nakalnya seperti anak SMP pada umumnya," ujarnya.

Pihak sekolah pun kaget saat mendengar korban nekat mengakhiri hidup dengan jalan bunuh diri.

Para guru pun memastikan bahwa surat wasiat yang ditemukan di TKP merupakan tulisan tangan korban.

"Kami sudah memastikan," katanya.

Dikesempatan yang sama, rekan siswa korban, Rando Abong (14) mengaku, korban pernah mengungkapkan bahwa sangat membenci ayahnya.

"Dia pernah curhat waktu di kelas VII, bilang mau bunuh bapaknya," jelasnya

Sementara itu, warga sekitar yang menemukan korban pertama kali pada pukul 08.30 Wita,  Kristofel Key (57),  mengaku kaget.

Warga Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ini menuturkan, ia menemukan korban usai memberi makan ternak kambing miliknya yang diikat tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Usai Berkat Nikah, Keluarga Pengantin Pria Buka Paksa Cincin di Jari Tangan Pengantin Perempuan

Saat itu, lanjut Kristofel, ia melihat lalat berwarna hitam yang keluar dari rumah tua tersebut dan mencium aroma tidak sedap dari dalam rumah.

"Ada lalat hitam yang keluar-masuk dari jendela, beta (saya) dan bau busuk juga semakin menyengat. Beta dalam hati bilang, ada apa yang mati di dalam rumah ko ada bau busuk," jelasnya.

Karena penasaran, Kristofel mencoba mendekati rumah tersebut untuk mencari tahu sumber bau kurang sedap tersebut.

"Beta meloi (lihat) dari sela kaca yang kecil, beta lihat ada kaki tapi tagantong (tergantung)," paparnya.

Kristofel mengaku kaget saat memastikan bahwa terdapat jenazah yang tergantung di dalam rumah.

"Beta mata agak kabur karena sudah tua, lalu beta kasitahu warga lain untuk lihat lalu lapor ke polisi," katanya.

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan tersebut langsung turun ke TKP dan memberi garis polisi serta melakukan olah TKP.

Lebih lanjut, Kristofel mengaku, korban merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.

Selama ini, korban dan saudaranya tinggal di Jalan Amanuban Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Korban merupakan anak yatim setelah sang ibu tewas dibunuh ayahnya bernama Anton Sinaga pada tahun 2013 lalu.

Anton Sinaga membunuh istrinya lalu mengecor jenazah korban di area belakang rumah.

"Sampai sekarang ayahnya masih di penjara, karena harus menjalani masa kurungan 15 tahun penjara," ujarnya.

Usai kejadian tersebut, korban bersama saudara tinggal bersama keluarganya di Jalan Amanuban Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

“Rumah itu sudah lama kosong dan tidak terawat," paparnya.

Beberapa warga mengaku, keluarga korban sempat beberapa kali mengunjungi rumah tersebut. (POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

• Istri Perwira Tinggi TNI, Bella Saphira Tulis Sindiran Usai Dandim Kendari Dicopot Soal Wiranto

VIDEO: Siswa SMP Gantung Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Saudara Lanjutkan Misi Pembunuhan Ini

Belum sempat menjalankan misinya membunuh orang yang dibencinya, siswa SMP di Kota Kupang NTT ini memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di rumah sepi.

Dia ditemukan pada Senin (14/10/2019) pukul 08.30 Wita oleh Kristofel Key (57)

Korban yang masih duduk di bangku kelas VIII salah satu SMP di Kota Kupang.

Penemuan jenasah Yohan itu kemudian dilaporkan pada pihak kepolisian. 

Jasad Yohan Sinaga, siswa SMPN 9 Kota Kupang yang tewas bunuh diri, dievakuasi ke RSUB Titus Ully, Kota Kupang, Senin (14/10/2019)sore. (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG)
Mendapat laporan itu, polisi langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat melakukan olah TKP, pihak kepolisian menemukan sebuah surat wasiat yang diduga kuat ditulis oleh korban.

Surat itu diduga ditulis korban sebelum mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

"Surat itu ditemukan di rumah korban," kata Kompol I Ketut Saba. 

Surat itu sudah diamankan oleh Polisi.

Suratw asiat itu ditulis di dalam satu buku sekolah bersampul merah.

Kapolsek Oebobo Polres Kupang Kota, Kompol I Ketut Saba mengatakan, surat wasiat tersebut diduga kuat ditulis oleh korban.

Apa penyebab orban nekat gantung diri?

* Ibu Korban dibunuh oleh ayahnya

Ia Yohan merupakan putra bungsu dari empat bersaudara.

Ibu korban sudah meninggal sejak 2012 lalu.

Diketahui ibu korban juga meninggal akibat dianiaya oleh sang ayah hingga meregang nyawa.

Jasad sang ibu kemudian dicor di belakang rumah oleh sang ayah, Antonius Sinaga.

Suami Hilang Selama 4 Tahun, Taunya Tinggal Bersama Selingkuhannya di Sebelah Rumah Istri Sah

"Rumah yang dijadikan tempat bunuh diri merupakan TKP dimana ibu korban dibunuh," kata I Ketut Saba.

Kini ayah Yohan, Antonius Sinaga mendekam di penjara akibat perbuatannya. 

Sementara korban serta saudaranya tinggal bersama paman korban, Nahor Leltakaeb (60) di Jln Hibrida Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Kompol I Ketut Saba menuturkan, keluarga korban menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan akan mengurus pemakaman Yohan.

Kembali membahas soal surat yang ditinggalkan korban.

Keluarga dan para guru korban membenarkan, bahwa tulisan tangan di surat wasiat tersebut merupakan tulisan tangan korban.

"Kami sudah cocokan dengan tulisannya dia (korban) di sekolah," kata seorang guru kelas korban, Eti Wabang.

Dendam kepada ayahnya, Antonius Sinaga

Dari surat itu diketahui bahwa korban, Yohan sangat dendam kepada ayahnya, Antonius Sinaga yang kini masih emndekam di balik terali besi.

Yohan dendam, karena ayahnya telah menganiaya dan membunuh ibunya, tahun 2012 lalu. 

Setelah membunuh ibunya, sang ayah, Antonius Sinaga mencor jenasah ibunya di belakang rumah mereka. 

Dimana di salah satu ruangan dalam rumah itu yang kini dipakai Yohan untuk bunuh diri.

Dalam surat itu Yohan meminta kepada keluarganya, Ucok Sinaga untuk meneruskan balasa dendam Yohan kepada Antonius Sinaga.

"kalau ada yang ketemu ini surat tolong kasih UCOK Sinaga supaya dia bisa membantu membalas dendam Yohan

Karena Yohan sonde bisa balas dendam ke Antonius Sinaga Yohan minta tolong sebesar-besarnya, agar sala satu saudara kandung Yohan bisa membantu membalaskan dendam ke Antonius Sinaga," tulis Yohan dalam surat wasiatnya itu.

Berikut petikan lengkap surat wasiat korban Yohan yang ditulis sebelum bunuh diri.

"Untuk semua yang benci Yohan.

Terima kasih untuk bapabesa (paman) dan mambesa (bibi) untuk semua pengorbanan yang telah dilakukan untuk Yohan, Yohan minta maaf, Yohan jalan tanpa pamit...

Yohan sadar kalau Yohan sama sekali sonde (tidak) berguna untuk besa dong Yohan sonde pernah kerja...

Bapbesa/mambesa minta tolong Yohan melawan, Bapbesa mau jalan pi (pergi) mana-mana Yohan sonde ada hati untuk antar Bapbesa dengan motor Yohan minta maaf !!!

Yohan pikir Yohan bisa capai 2 tujuan hidup Yohan pribadi.... Tapi ternyata sonde bisa...

Yohan pung (punya) tujuan hidup tu (itu)

- Yohan bisa sekolah bae-bae (baik-baik) minimal lulus SMA supaya bisa membantu sedikit meringankan beban-beban besa dong dengan katong punk (kita punya) hidup sehari-hari

- Yohan harus membunuh Antonius Sinaga, dia harus mati di Yohan punk (punya) tangan karena Yohan punk mama mati di dia punk tangan Yohan harus membalas dendam !

Yohan sebenarnya bisa menghapus dendam terhadap Antonius Sinaga tapi, setiap waktu Yohan punk dendam semakin mendalam, karena di Besa dong punk rumah tu, di mata semua orang tu Yohan salah jadi Yohan sering diolok-olok tentang keturunan, semua hujatan beda dong tentang Yohan punk keluarga kandung.

kalau ada yang ketemu ini surat tolong kasih UCOK Sinaga supaya dia bisa membantu membalas dendam Yohan

Karena Yohan sonde bisa balas dendam ke Antonius Sinaga Yohan minta tolong sebesar-besarnya, agar sala satu saudara kandung Yohan bisa membantu membalaskan dendam ke Antonius Sinaga

Terima kasih banyak2 mambesa dong karena Yohan sudah diurus Besa dong selama tujuh tahun terima kasih besa !

besa dong Yohan punk mayat tausa (tidak usah) dibikin syukuran apa segala macam bikin repot besa dong sa (saja), lebe bae (lebih baik) besa dong gali tanah kasih masok (masuk) di dalam tausa beli peti, langsung sa biar besa dong jangan rugi.... Terima kasih

12 Oktober 2019

YSPS

Sapa sa (siapa saja) yang ketemu ini surat tolong kasih di keluarga bapak Nahor Leltakaeb," tulis Yohan di surat wasiatnya. (*)

VIDEO: Sebelum Bunuh Diri, Siswa SMP Di Kupang Tulis Surat Wasiat untuk Keluarga 

Yohan Sinaga (14), siswa SMP 9 Kota Kupang, NTT, ditemukan tewas bunuh diri di RT 03, RW 01 Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Senin (14/10/2019).

Korban yang kini duduk di bangku kelas VIII SMPN 9 Kota Kupang tersebut, ditemukan pertama kali oleh Kristofel Key (57) warga sekitar lokasi kejadian, sekitar pukul 08.30 Wita.

Paman korban, Nahor L Takaeb (60) mengaku, korban merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.

Diakuinya, korban merupakan anak yang pintar dan berprestasi di sekolah.

"Dia (korban) selalu rangking di kelas, bahkan waktu di SD dia juga dapat beasiswa karena berprestasi," katanya saat ditemui di RSB Drs Titus Ully Kupang, Senin (14/10/2019) sore.

Selama ini, lanjut dia, korban tinggal bersamanya di rumah, di Jalan Hibrida, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Sudah cukup lama korban tinggal bersamanya, setelah tujuh tahun silam ibu korban tewas dibunuh oleh ayah korban, Antonius Sinaga.

Korban dan kakak laki-laki kandungnya berinisial US,  sangat membenci ayahnya atas tindakan kejam sang ayah terhadap ibu mereka.

Pasalnya, ibu korban itu dibunuh lalu dicor menggunakan semen di belakang rumah korban.

"Korban ini paling dekat dan disayang mamanya yang sudah meninggal," ujarnya.

Korban dan kakak laki-lakinya bahkan tidak pernah membesuk bapaknya yang mendekam di penjara.

"Korban ini tidak pernah membesuk bapaknya. Hanya dua saudara perempuannya saja yang selalu membesuk ayah mereka," katanya.

Sementara itu, bibi korban, Yosina Takaeb (47) mengaku korban meninggalkan rumah pada Sabtu (12/10/2019) lalu.

Pihaknya berusaha mencari korban di keluarga lainnya, namun tidak ditemukan.

"Hanya cari biasa saja, tidak ada pikiran sampai terjadi kejadian ini," paparnya.

Diakuinya, korban sangat sedih dan terpukul semenjak ibunya tewas ditangan bapak kandungnya.

Hal itulah yang membuat korban membenci sang ayah. Hal itu juga tertulis dalam surat wasiat yang ditinggalkannya untuk keluarga.

"Dia selalu ingat mama dia, kalau ada masalah dan marah dia, dia selalu ingat mamanya dia," ujarnya.

Pihak keluarga ikhlas dan menerima kejadian tersebut dengan lapang dada.

Keluarga pun menolak untuk jenazah korban diotopsi. Jenazah korban usai divisum dibawa ke rumah duka dan langsung dimakamkan.

Diakuinya, , korban merupakan siswa kelas VIII salah satu SMPN di Kota Kupang.

"Korban sekolah di SMPN.... Sedangkan kakak kandungnya, pernah sekolah di SMPN ... Kota Kupang," katanya.

Sementara itu, sejumlah guru korban dari SMPN 9 Kota Kupang dan seorang rekan siswa korban mendatangi RSB Drs Titus Ully Kupang untuk melihat keadaan korban.

Seorang guru kelas korban, Eti Wabang, mengaku, korban dikenal sebagai siswa yang cukup aktif di kelas.

"Korban memang nakal, tapi nakalnya seperti anak SMP pada umumnya," ujarnya.

Pihak sekolah pun kaget saat mendengar korban nekat mengakhiri hidup dengan jalan bunuh diri.

Para guru pun memastikan bahwa surat wasiat yang ditemukan di TKP merupakan tulisan tangan korban.

"Kami sudah memastikan," katanya.

Dikesempatan yang sama, rekan siswa korban, Rando Abong (14) mengaku, korban pernah mengungkapkan bahwa sangat membenci ayahnya.

"Dia pernah curhat waktu di kelas VII, bilang mau bunuh bapaknya," jelasnya

Sementara itu, warga sekitar yang menemukan korban pertama kali pada pukul 08.30 Wita,  Kristofel Key (57),  mengaku kaget.

Warga RT 4 RW 001 Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ini menuturkan, ia menemukan korban usai memberi makan ternak kambing miliknya yang diikat tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat itu, lanjut Kristofel, ia melihat lalat berwarna hitam yang keluar dari rumah tua tersebut dan mencium aroma tidak sedap dari dalam rumah.

"Ada lalat hitam yang keluar-masuk dari jendela, beta (saya) dan bau busuk juga semakin menyengat. Beta dalam hati bilang, ada apa yang mati di dalam rumah ko ada bau busuk," jelasnya.

Karena penasaran, Kristofel mencoba mendekati rumah tersebut untuk mencari tahu sumber bau kurang sedap tersebut.

"Beta meloi (lihat) dari sela kaca yang kecil, beta lihat ada kaki tapi tagantong (tergantung)," paparnya.

Kristofel mengaku kaget saat memastikan bahwa terdapat jenazah yang tergantung di dalam rumah.

"Beta mata agak kabur karena sudah tua, lalu beta kasitahu warga lain untuk lihat lalu lapor ke polisi," katanya.

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan tersebut langsung turun ke TKP dan memberi garis polisi serta melakukan olah TKP.

Lebih lanjut, Kristofel mengaku, korban merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.

Selama ini, korban dan saudaranya tinggal di Jalan Amanuban Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Korban merupakan anak yatim setelah sang ibu tewas dibunuh ayahnya bernama Anton Sinaga pada tahun 2013 lalu.

Anton Sinaga membunuh istrinya lalu mengecor jenazah korban di area belakang rumah.

"Sampai sekarang ayahnya masih di penjara, karena harus menjalani masa kurungan 15 tahun penjara," ujarnya.

Usai kejadian tersebut, korban bersama saudara tinggal bersama keluarganya di Jalan Amanuban Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

“Rumah itu sudah lama kosong dan tidak terawat," paparnya.

Beberapa warga mengaku, keluarga korban sempat beberapa kali mengunjungi rumah tersebut. (POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Artis Sulli Tewas Bunuh Diri, Ikuti Jejak 5 Artis yang Juga Lakukan Hal Serupa, Apa sebabnya?

Sulli meninggal bunuh diri, 5 artis ini juga lakukan hal serupa, gantung diri setelah konser       

Meninggalnya Sulli mengejutkan banyak orang terutama penggemar Kpop.

Sebab mantan personel  girl group itu bunuh diir saat di puncak karir

Mantan personel girl group f(x), Sulli meninggal dunia di rumahnya, Senin 14 Oktober 2019 pukul 3.21 pm KST atau pukul 13.21 WIB.

Sulli meninggal karena gantung diri di rumahnya.

Polisi setempat mengatakan bahwa Sulli menderita depresi.

Kasus bunuh diri yang dialami artis Korea Selatan seperti Sulli ternyata bukanlah kasus pertama kali.

Sebelumnya, vokalis dari band Linkin Park, Chester Bennington juga meninggal dunia karena gantung diri.

Ia meninggal dunia dua tahun lalu, tepatnya 20 Juli 2017 waktu setempat.

Berikut ini 5 artis internasional yang meninggal karena bunuh diri yang dihimpun Tribunnews dari berbagai sumber

1. Chester Bennington

Vokalis Linkin Park, Chester Bennington dan Chris Cornell (kolase/Tribun Style)
Vokalis grup band Linkin Park, Chester Bennington (41), meninggal dunia karena gantung diri.

Dikutip Billboard.com dari TMZ, Bennington ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kediamannya di Palos Verdes pada Kamis (20/7/2017) waktu setempat.

Di sisa hidupnya, Chester diketahui memiliki masalah dengan obat-obatan terlarang dan kecanduan alkohol.

2. Kurt Cobain

kurt cobain ()
Pentolan grup band Nirvana ini meninggal pada 5 April 1994.

Ia bunuh diri dengan cara menembakkan pistol ke kepalanya.

Bahkan sebelumnya, ia sempat melakukan percobaan bunuh diri namun gagal.

3. Crist Cornel 

Crist Cornel merupakan vokalis dari grup band Soundgarden dan Audioslave.

Ia juga merupakan sahabat dari Chester Bennington.

Kematian Crist Cornell disebabkan karena tekanan hidup yang berat.

Ia ditemukan tewas gantung diri di sebuah kamar hotel beberapa jam setelah ia menggelar sebuah konser.

4. Robin Williams

Robin Williams (fanpop.com)
Robbin merupakan artis komedi Hollywood yang meninggal akibat gantung diri.

Sosok yang dinilai pria paling lucu dalam dunia hiburan tersebut meninggal pada 11 Agustus 2014.

Ia nekat mengahiri hidupnya karena depresi akibat banyaknya penyakit yang bersarang ditubuhnya.

Untuk menghormati Robbin Williams, grup band heavy metal dari Inggris, Iron Maiden pun membuatkan sebuah lagu untuknya.

Lagu tersebut berjudul Tear of Clown yang berada di album The Book of Soul.

Bruce Dickinson, vokalis Iron Maiden mengungkapkan penghormatan tersebut dalam tur The Book of Soul beberapa tahun lalu.

5. Marilyn Monroe

Kehidupan hingga kepergian Marilyn Monroe selalu menjadi misteri dan bahasan yang menarik untuk terus digulirkan. (THERICHEST.COM/ Via en.wikipedia.org)
Monroe ditemukan tewas bunuh diri karena overdosis obat barbiturat.

Ia nekat mengahiri hidupnya karena menderita depresi.

Marilyn Monroe juga sempat untuk temannya, namun belum sempat terkirimkan.

Ia menuliskan bahwa dirinya merasa sudah tidak lagi menjadi bagian dari umat manusia.

Kata-kata terakhir Sulli Sebelum Bunuh Diri

Kata-kata terakhir Choi Jinri atau Sulli sebelum meninggal bunuh diri terekspose ke media.

Seperti diketahui, artis Kpop Choi Jinri atau Sulli (25) ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (14/10/2019).

Kabar kematian Choi Jinri atau Sulli itu mengejutkan banyak pihak.

Sebelum meninggal, Sulli pernah berbicara dalam talkshow "Night of Hate Comments" yang ditayangkan di JTBC pada 16 Agustus lalu.

Saat itu, Sulli dipuji oleh penyanyi John Park.

Park memuji Sulli sebagai seorang yang luar biasa dan mampu bekerja tanpa memperhatikan pendapat-pendapat orang terhadapnya, terutama pendapat jahat.

Menanggapi hal itu, Sulli mengaku ia tidak akan bisa menemukan jati dirinya jika terus sibuk memikirkan pendapat orang terhadapnya.

"Tetapi sejak saya masih muda, saya benci melihat diri saya yang terobsesi dengan apa yang orang lain pikirkan terhadap saya," ujar Sulli seperti dilansir dari Soompi.

Mantan member girlband f(x) itu kemudian menceritakan pengalamannya bertahun-tahun lalu saat berlatih menari di ruang latihan.

"Sangat melelahkan, semua orang menari dengan setengah hati, tetapi semua langsung bekerja keras ketika ada seseorang berpangkat tinggi di perusahaan datang untuk menonton," kata Sulli.

Meskipun itu hanya terjadi beberapa menit saat aksi mereka ditonton oleh petinggi perusahaan.

"Aku benci melihatnya dan aku tetap menari dengan setengah hati," ujar Sulli.

Sulli diketahui memiliki penyakit mental.

Sulli pernah mengungkapkan kepada publik bahwa ia memiliki fobia sosial dan gangguan panik.

Pengakuan Sulli itu muncul dalam teaser video reality show "Jinri Store" yang diunggah di Instagram Sulli, @jelly_jilli pada 15 Oktober 2018.

"Fobia sosial, gangguan panik... saya memiliki gangguan panik sejak kecil," ungkap Sulli dalam video itu.

Gangguan panik merupakan salah satu gangguan mental berupa serangan panik secara tiba-tiba di mana saja dan kapan saja, serta terjadi berulang.

Sulli melanjutkan, saat berjuang dengan masalah mentalnya itu, orang-orang terdekatnya meninggalkannya.

"Saya sangat terluka. Saya benar-benar hancur saat itu. Tidak ada seorang pun di sisi saya. Tidak ada yang mengerti saya," ucap Sulli.

Sulli ditemukan tewas di rumahnya pada Senin pukul 15.21.

Sang manajer sebelumnya tidak bisa menghubungi perempuan kelahiran 1994 itu pada Minggu malam.

Hingga akhirnya, manajer tersebut langsung mendatangi tempat tinggal Sulli di Seongnam, Seoul.

Kepolisian menyatakan Sulli meninggal dunia setelah gantung diri.

Kontak bantuan bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Polisi temukan catatan tulisan tangan

Penyelidikan terhadap peristiwa tewasnya bintang Korea Choi Jinri atau Sulli terus dilanjutkan.

Pada tayangan JTBC Newsroom pada Senin (14/10/2019) diketahui polisi menemukan sebuah catatan tulisan tangan Sulli di rumahnya.

Meski demikian, kepolisian menegaskan isi surat tersebut bukanlah surat wasiatnya sebelum bunuh diri atau catatan buku harian.

Selain itu, kepolisian juga tidak akan mengungkapkan isi catatan Sulli kepada publik.

Polisi juga melaporkan tidak ada tanda-tanda penyusup masuk ke dalam rumah Sulli.

Kepolisian menyatakan Sulli meninggal dunia setelah gantung diri.

Super Junior, SuperM, hingga Kang Daniel Batalkan Acara

Sejumlah acara di dunia hiburan di Korea Selatan ditunda atau dibatalkan sama sekali setelah Sulli meninggal dunia, Senin (14/10/2019).

Salah satu yang membatalkan kegiatannya adalah boyband Super Junior yang merilis album baru pada hari ini.

Seperti mendiang Sulli, Super Junior juga bernaung di bawah SM Entertainment.

Sedianya Leeteuk dan kawan-kawan melakukan siaran langsung di V Live pada pukul 22.00 waktu Korea (pukul 20.00 WIB) tentang album baru tersebut.

Namun acara itu dibatalkan untuk menunjukkan duka cita atas kematian penyanyi dan aktris bernama asli Choi Jinri tersebut.

Sahabat sekaligus mantan rekan Sulli di grup f(x), Amber Liu, juga membatalkan sejumlah kegiatan yang sudah dijadwalkan.

Dalam twitnya, Amber tidak menjelaskan secara detail penyebab pembatalan itu.

Namun diyakini ia melakukannya karena kabar duka tentang Sulli.

Boyband yang baru terbentuk, SuperM, seharusnya melakukan syuting untuk program khusus “SuperM: The Beginning” di SBS Public Hall hari ini.

Seperti Amber dan Super Junior, SuperM juga membatalkan kegiatan tersebut.

Hal serupa dilakukan Hyunsik BTOB yang melakukan debut sebagai artis solo pada Senin ini.

Ia membatalkan siaran di V Live yang seharusnya dilaksanakan pada Selasa (15/10/2019).

Boyband N.Flying juga tidak jadi menggelar showcase untuk media dalam rangka peluncuran mini album pada 15 Oktober sore.

Sementara itu aktris Kim Yoo Jung dijadwalkan mengikuti sesi foto untuk lini kosmetik Laneige pada 15 Oktober.

Penyelenggara acara tersebut memutuskan membatalkan kegiatan tersebut.

Dua member NU’EST, Aron dan Baekho, memutuskan menggeser jadwal kehadiran di acara “Jam Live” hari ini menjadi 18 Oktober karena kabar kematian Sulli.

Masih banyak artis lain yang menyatakan belasungkawa atas meninggalnya Sulli dengan menunda peluncuran video musik, vlog, blog.

Artis-artis itu antara lain Kang Daniel, IZ*ONE, WSJN, AB6IX, SEVENTEEN, dan lain-lain. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Sulli Meninggal Dunuh Diri, 5 Artis ini juga Lakukan Hal Serupa, Gantung Diri Setelah Konser, 

Editor: OMDSMY Novemy Leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved