Mayoritas Korban Mati Lakalantas di Sikka Tidak Pakai Helm
Mayoritas korban meninggal lakalantas di Kabupaten Sikka karena tidak pakai helm
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Kanis Jehola
Mayoritas korban meninggal lakalantas di Kabupaten Sikka karena tidak pakai helm
POS-KUPANG.COM | MAUMEREE - Jangan dikira sepele dan sekadar gagah-gagahan pengendara dan penumpang dibonceng menggenakan helm setiap kali berkendaraan.
Korban kecelakaan lalu lintas didominasi yang tidak mengenakan helm dan kebanyakan berusia produktif.
• Penarikan Karcis Di Stadion Marilonga Diketegorikan Pungli
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres, AKP Rully Pahroen, S.IK, kepada pos-kupang.com, Selasa (15/10/2019) membeberkan korban luka ringan sejak Januari sampai tanggal 10 Oktober 2019 sebanyak 95 orang, enam orang luka berat dan 69 meninggal dunia dengan total kerugian Rp 123.350.000.
"Mayoritas korban meninggal dunia mengalami luka di kepala karena tidak mengenakan helm. Rentang usia didominasi usia produktif 18-40 tahun," kata Rully.
• Kolam Renang Milik Dispora Ende Tidak Pernah Direnovasi
Rully mengakui penggunaan helm oleh pengendara dan dibonceng masih dianggap sepele. Gerakan Tertib Helm (Getih) dilakukan Selasa pagi menyadarkan pengendara dan penumpang dibonceng supaya menggunakan helm.
"Setiap pagi, kami sosialisasi di jalan khususnya yang antar anak ke sekolah," kata Rully. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/mayoritas-korban-mati-lakalantas-di-sikka-tidak-pakai-helm.jpg)