Pemerhati Masalah Aids Ajak Warga Tidak Kucilkan ODHA di Lembata

Secara pribadi dia juga akan bergerilya dari tempat ke tempat melakukan Konfirmasi, Informasi dan Edukasi mengenai HIV/AIDS.

Pemerhati Masalah Aids Ajak Warga Tidak Kucilkan ODHA di Lembata
POS KUPANG/RICARDUS WAWO
Suasana sosialisasi tingginya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Lembata mendorong pegiat HIV/AIDS mengadakan kegiatan Konfirmasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bersama masyarakat di tingkatan RT/RW di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata.

Pemerhati Masalah Aids Ajak Warga Tidak Kucilkan ODHA di Lembata

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Tingginya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Lembata mendorong pegiat HIV/AIDS Nefri Eken untuk mengadakan kegiatan Konfirmasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bersama masyarakat di tingkatan RT/RW di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata.

Salah satu hal yang dia tekankan dalam kegiatan ini adalah soal pandangan masyarakat terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Pemerhati masalah sosial yang akrab disapa Ma'Ne ini meminta warga untuk tidak mengucilkan para penderita penyakit mematikan ini. Menurut dia, yang harus dijauhi itu penyakitnya dan bukan orangnya.

Alasannya virus HIV ini tidak ditularkan melalui makanan, minuman dan pelukan. Hal inilah, kata dia, yang harus diketahui oleh masyarakat.

Selama ini banyak orang salah kaprah dan menganggap penyebaran virus ini hanya dengan sentuhan. Padahal HIV/AIDS hanya bisa menular lewat kontak cairan darah, cairan vagina, cairan mani dan ASI.

Penularannya bisa lewat penggunaan jarum suntik yang tidak steril, hubungan seks yang tidak aman dan pemberian ASI dari ibu yang sudah positif tertular.

Kegiatan yang pertama kali diadakan di RT 25 RW 09, Kelurahan Lewoleba Tengah ini juga sebagai bentuk kepedulian akan bahaya penularan HIV/AIDS di Kabupaten Lembata.

"Kami mau memperpanjang informasi dari KOMISI PENANGGULANGAN AIDS DAERAH (KPAD) LEMBATA dan DINKES LEMBATA. Periksalah diri kita sedini munkin di KLINIK VCT RSUD LEMBATA agar kita bisa mengetahui apakah kita positif HIV atau negatif HIV," ungkapnya di sela-sela kegiatan, Minggu (13/10/2019) malam.

Kepada warga, Ma'Ne juga menyampaikan edukasi mengenai bahaya dan cara penularan HIV/Aids. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat supaya menyampaikan informasi yang tepat dan benar kepada warga lainnya perihal penyebaran virus HIV/AIDS.

Secara pribadi dia juga akan bergerilya dari tempat ke tempat melakukan Konfirmasi, Informasi dan Edukasi mengenai HIV/AIDS.

Ketua RT25 Blasius Tubun Rean mengapresiasi kegiatan edukasi semacam ini. Bagi dia, masyarakat memang perlu tahu apa dan bagaimana HIV/AIDS menyerang tubuh manusia serta cara menanggulanginya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua RW 09, Lajar Konrad. Dia menambahkan kegiatan ini harus dibuat di wilayah lain lagi di Kota Lewoleba.

Pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Kupang Definitif Masih Terkendala Ini

Sekda Ngada Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Germas, Simak Suasananya!

Ketahuan Berzina! Cap di Kemaluan Ungkap Skandal Bidan Istri Polisi dan Dokter, Pemeran Mati Kutu!

"Terima kasih kepada Ma'Ne yang sudah mau sediakan waktu untuk memberi pemahaman kepada masyarakat di sini soal HIV/AIDS," tandasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved