Yohana Yembise Mengaku Sempat Shock Saat Diumumkan Jadi Menteri Jokowi-Kalla, Simak Kisahnya

Menteri Yohana Yembise mengaku sempat shock saat diumumkan jadi Menteri Jokowi-Jusuf Kalla, simak kisahnya

Yohana Yembise Mengaku Sempat Shock Saat Diumumkan Jadi Menteri Jokowi-Kalla, Simak Kisahnya
KOMPAS.com/Dok. Kementerian PPPA
Menteri PPPA Yohana Yembise saat memberi kuliah umum di Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Papua Barat, Rabu (17/10/2018). 

Menteri Yohana Yembise mengaku sempat shock saat diumumkan jadi Menteri Jokowi-Jusuf Kalla, simak kisahnya

POS-KUPANG.COM | WAROPEN - Menteri Yohana Yembise mengaku sempat shock saat diumumkan jadi Menteri Jokowi-Jusuf Kalla, simak kisahnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( PPPA) Yohana Yembise mengenang masa-masa ketika dirinya ditunjuk sebagai menteri Joko Widodo-Jusuf Kalla, Oktober 2014.

Sebagai seorang perempuan yang lahir di tanah Papua, Yohana mengaku terkejut didaulat sebagai menteri. Ia pun sempat tak menyangka dipercaya memimpin sebuah kementerian negara.

Puluhan Siswa SDI Bobou Kunjungi Stan Pameran Pembangunan di Bajawa

"Pertama memang saya agak sedikit shock karena tiba-tiba kan diumumkan saya menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak," kata Yohana dalam sebuah wawancara khusus bersama Kompas.com di Waropen, Papua, Kamis (10/9/2019).

Kala itu, 21 Oktober 2014 atau sehari setelah Jokowi-JK dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, Yohana mengaku dihubungi oleh pihak Istana yang membawa kabar dari Presiden.

Marion Jola Bongkar Kebiasaan Sejak di Bangku SD, Sering Menangis dan Migrain, Ini Penyebabnya

Proses berlangsung begitu cepat. Dalam kurun waktu kurang dari satu minggu, Yohana yang semula menetap di Jayapura sudah harus pindah ke Jakarta. Ia pun dilantik sebagai seorang menteri.

Yohana awalnya berpikir bakal ditempatkan di kementerian bidang pendidikan. Hal ini mengingat latar belakang dirinya sebagai seorang dosen di Universitas Cenderawasih, Jayapura.

Namun, setelah menempati kursi sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, ia sadar bahwa bidang keilmuannya amat berguna untuk pengambilan kebijakan di kementeriannya.

"Saya merasa bahwa pemimpin perempuan dan anak ini naluri keguruan harus ada. Itu sangat membantu sekali dengan analogi saya sebagai seorang guru, melihat perempuan dan anak ini adalah pusat perhatian dalam hal berhubungan dengan SDM karena kami di perguruan tinggi ini memang memproduksi SDM," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved