Julie Sutrisno Laiskodat Ajak Investor Lirik 4 Wisata Alam di Kabupaten Ngada, Lihat Reaksinya!

Mereka mengunjungi tempat wisata alam air panas Mengeruda, Manulalu, Kampung Megelitikum Bena dan puncak Wolobobo.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana saat para investor kunjungi Bajawa Kabupaten Ngada, Kamis (10/10/2019). 

Wiliam menerangkan bahwa jika dibandingkan dengan yang ada diluar negeri tidak ada tandingannya.

"Ini yang benar-benar, spektakuler sekali. Jepang pun kalau mendaki 4-5 jam baru selesai. Kalau disini hanya 10-15 menit saja sudah sampai dan menikmati Wolobobo. Benar-benar menakjubkan. Bukit-bukitnya banyak, kita melihat ini unik dan menarik," ungkap Wiliam.

Wiliam mengakui jika ditata benar dan dikelola secara baik, maka kawasan Wolobobo akan menjadi incaran para wisatawan. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Yang kami lihat ada investasi dibidang pariwisata. Jadi memang saat ini kita masih pendataan dulu, survey dulu, tetapi bisa kita mulai. PT Wiltar sudah mulai eksis juga di Labuan Bajo. Kami kerja sama bersama PT ASDP untuk membangun Marina Labuan Bajo yaitu dermaga apung di Labuan Bajo. Kami mengatur, menata kapal-kapal menjadi aman untuk turis juga," ujarnya.

Ia berharap agar kedepan bisa menanam investasi di Ngada terutama dalam bidang Pariwisata dan ketika kembali ke Jakarta pihaknya akan mengkaji dan menelaah apa yang harus dibuatkan di Ngada demi mendorong dan memajukan Ngada kedepan.

Sementara itu, Direksi Alila Hotels & Resorts Pte Ltd. Franky Tjahyadikarta, mengaku Ngada sangat berkesan dengan potensi wisata yang luar biasa.

Namun harus terus dikembangkan dan ditata secara baik. Sehingga semakin menarik dan orang bisa menikmati.

Perlu sebuah master plan yang teringrasi oleh pemerintah daerah Ngada.

"Ngada punya potensi. Tidak hanya satu dan sangat berbeda. Sehingga membuat perjalanan itu komplit. Ngada cukup bagus, tapi perlu dibuat masterplan, yang lebih terintegrasi," jelas Franky.

Franki juga mengaku jika Bena merupakan satu kampung adat tradisional yang unik dan menarik.

Ia sudah mengunjungi beberapa desa adat didaerah lain dan jika dibandingkan, Bena salah satu yang terbaik.

"Tadi juga kita ke Bena dan itu sangat berkesan. Buat saya mengesankan. Dan saya sudah ke beberapa kampung adat didaerah-daerah lain, saya lihat Bena salah satu yang terbaik. Bena itu saya rasa bisa menjadi yang sangat bagus sekali," ujarnya.

Ia mengaku selain itu, Ngada terkenal dengan potensi tenun khas yang unik dan memang harus terus dilestarikan secara turun-temurun.

"Menenun inikan suatu skill yang kalau tidak teruskan bisa hilang. Kita berikan ruang untuk berkembang, bisa dipakai, bisa dibeli. Sehingga penenun itu bisa merasa diberi apresisasi. Mungkin generasi penerusnya itu, ingin meneruskan. Itu yang kita harapkan," ungkapnya.

Ia mengatakan terkait investasi apa yang akan ditanam di Ngada, dirinya belum bisa menentukan karena memang harus pelajari dulu semuanya. Kira-kira apa saja yang bisa diinvestasikan di Ngada.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved