Jaksa Tanggapi Eksepsi Perkara ITE Adi Yuliawan, Minta Hakim Lanjutkan Proses Persidangan

agenda tanggapan jaksa atas eksepsi kuasa hukum terdakwa yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang Jalan Palapa

Jaksa Tanggapi Eksepsi Perkara ITE Adi Yuliawan, Minta Hakim Lanjutkan Proses Persidangan
POS KUPANG/RYAN NONG
Pemilik akun youtube Muslim Cyber Army, Ade Yuliawan (32) saat sidang perdana di PN Kelas IA Kupang pada Kamis (3/10/2019). 

Jaksa Tanggapi Eksepsi Perkara ITE Adi Yuliawan, Minta Hakim Lanjutkan Proses Persidangan

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Jaksa Pemuntut Umum (JPU) R Arry Verdiana melalui jaksa pengganti mengajukan keberatan terhadap eksepsi yang disampaikan kuasa hukum terdakwa perkara hoax dan ujaran kebencian (dugaan tindak pidana ITE), Ade Yuliawan (32). 

Dalam sidang dengan agenda tanggapan jaksa atas eksepsi kuasa hukum terdakwa yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang Jalan Palapa, Kelurahan Oebobo Kecamatan Oebobo pada Kamis (10/10/2019) siang, jaksa memberikan dua kesimpulan terhadap eksepsi yang diajukan. 

"Kesimpulan kami, pertama menyatakan eksepsi atau keberatan oleh penasehat hukum terdakwa tidak dapat diterima dan kedua menyatakan dan meminta kepada Ketua Majelis Hakim agar kasus Ade Yuliawan untuk dilanjutkan," ungkapnya. 

Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim A. A. Made Aripathi Nawaksara,S.H. dengan hakim anggota Prasetyo Utomo, S.H., dan Ari Prabowo, S.H., dibuka pada pukul 10.55 Wita dan berakhir pada pukul 11.15 Wita. 

Jaksa menguraikan, dalam nota keberatan (eksepsi) kuasa hukum terdakwa yang menyebut Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang tidak berwenang melakukan persidangan dan meminta untuk melakukan persidangan di Jakarta Pusat karena kasus tersebut terjadi di Cibinong serta saksi - saksi yang terdapat di berbagai wilayah, maka jaksa penuntut umum menolak eksepsi tersebut. 

Hal ini, menurut jaksa dikarenakan dari sepuluh saksi, sebanyak lima orang tinggal di wilayah Kota Kupang, empat di Jakarta Selatan dan satu di Cibinong Jawa Barat. 

Oleh karena saksi lebih banyak terdapat di wilayah Kota Kupang maka Pengadilan Negeri Kelas 1A menurut jaksa berwenang menangani kasus tersebut karena dekat dengan saksi terbanyak sesuai dengan ketentuan pasal 184 ayat 2 KUHAP.

"Untuk permintaan untuk memindahkan kasus tersebut ke Jakarta Pusat tidak tepat karena tidak terdapat saksi pada wilayah tersebut," ungkap Jaksa

Dalam sidang yang dikawal oleh personel Polres Kupang Kota, terdakwa Ade Yuliawan didampingi kuasa hukum Aloysius Balun SH dan tim dari Aliansi Anak Bangsa (AAB).

Sidang kali ini mendapat perhatian karena ditonton sekira 40an orang termasuk anggota Ormas Brigade Meo, Ormas Ultras Kupang Ormas dan Laskar Timor. Saat terdakwa akan memasuki ruang sidang, sempat terjadi gesekan karena padatnya penonton sidang. 

Demikian pula usai sidang, terdakwa Ade Yuliawan langsung dikawal anggota polisi melalui pintu hakim untuk dipulangkan menuju Rutan Kupang. 

Warga Dusun Oelbubuk Bergembira Nikmati Air Minum dan Kesehatan dari WMI

Pelatihan Kreativitas Pemuda, Perfilman Diharapkan Jadi Media Promosi Pariwisata NTT

Ketua majelis hakim mengagendakan sidang berikut pada Selasa (15/10/2019). (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved