11 Bulan Guru Honor SMPN 2 Nita di Sikka Tidak Terima Honor

Sejumlah orang guru honor SMPN 2 Nita di Nirangkliung, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, telah 11 bulan belum menerima honor dari sekolahnya.

11 Bulan  Guru  Honor SMPN 2 Nita di  Sikka Tidak  Terima Honor
POS KUPANG/EUGINIUS MO'A
Siswa SMPN 2 Nita di Nirangkliung, 20 Km arah barat Kota Maumere, Pulau Flores datang ke Dinas PPO Sikka, Kamis (10/10/2019). 

11 Bulan  Guru  Honor SMPN  2  Nita di  Sikka Tidak  Terima Honor

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Sejumlah orang guru honor  SMPN 2  Nita di  Nirangkliung, Kabupaten Sikka, Pulau  Flores, telah 11  bulan   belum menerima  honor  dari  sekolahnya.

Belum  dibayarnya  honor  itu  diduga  menjadi salah satu sumber masalah   tidak  masuknya  para guru mengajar di sekolah itu.  Hari  Kamis  (10/10/2019) siang, belasan  siswa kelas 7,8 dan  9 mewakili ratusan siswa  SMPN  2 Nita   mengadukan  para guru dan  kepala sekolah yang tidak  masuk sekolah  ke Dinas PPO  Sikka.

“Kepala  sekolah jarang masuk.  Para guru  honor  tidak pernah dibayar honornya,  pantas saja  mereka  malas  masuk sekolah mengajar para siswa,”  ujar  Imakulta Reni.

Penjual kue  setiap hari menjajakan jualanya di  depan pintu  masuk SMPN  2 mengaku  prihatin dengan kondisi  para siswa  sekolah itu.  Setiap  hari,  anak-anak menerima pelajaran sekitar   1-2 jam  setelahnya  mereka  bermain  di dalam  kelas atau luar ruangan   hingga  jam terakhir dan ke  rumah.

Meski   Imakulta,  belum memiliki  putra atau  putri  sekolah di sana. Menurut Imakulata para guru  tidak  bisa  datang mengajar karena  perut lapar, honor  tidak  dibayar.

Ia menyatakan,  protes  dilakukan siswa dan orangtua ke  Dinas PPO Sikka  karena  kepala  sekolah  Benyamin  Sareng, dan  para guru  pengasih mata pelajaran jarangan  masuk mengajar.

“Anak-anak datang pagi dari  rumah,  bersihkan ruangan dan  halaman sekolah,para  guru  belum datang. Mereka   datangnya sekitar 9  atau jam  10  sekitar  dua sampai  tiga orang saja,” kisah Imakulata.

Ia  mendesak  Dinas  PPO segera memberhentikan  kepala sekolah dan mengawasi  proses  belajar mengajar di sekolah itu.  Siswa dan orangtua  murid dirugikan  oleh kepemimpinan kepala sekolah.

Pinjamam Online Tengah Marak, Begini Imbauan Kepala OJK NTT

Kesehatan Ashanty Kian Menurun Istri Anang Hermansyah Ungkap Firasat Buruknya Ini Aurel Hermansyah?

Investor dari Jakarta Tiba di Wisata Alam Air Panas Mengeruda Disambut Tarian Jai

“Kepala sekolahnya saja malas,berbulan-bulan  tidak  masuk  sekolah. Bagaimana  gurunya  bisa  rajin masuk mengajar,” ujar Imakulata.  (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo’a)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved