Pinjamam Online Tengah Marak, Begini Imbauan Kepala OJK NTT

Hal ini agar terhindar dari penawaran investasi ilegal atau pinjaman online ilegal. Karena saat ini tengah marak pinjaman online.

Pinjamam Online Tengah Marak, Begini Imbauan Kepala OJK NTT
Pos Kupang.com/yen
Kepala OJK NTT, Robert Sianipar 

Pinjamam Online Tengah Marak, Begini Imbauan Kepala OJK NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepala OJK NTT, Robert Sianipar membuka kegiatan OJK Mengajar kepada kaum perempuan di Aula Rapat lantai III Kantor OJK NTT, Kamis (10/10/2019).

Robert pada kesempatan tersebut memperkenalkan OJK sebagai lembaga negara yang dibentuk dengan UU nomor 21 tahun 2011.

Tugas pokok OJK untuk mengatur, mengawasi dan melindungi, seluruh sektor jasa keuangan yang ada di Indonesia, yaitu perbankan, pasar modal dan industri keuangan non bank seperti pegadaian, asuransi, dana pensiun, dll.

Edukasi keuangan ini, kata Robert, digelar untuk ibu-ibu. Karena selain menjalankan tugas pokok, OJK juga mempunyai tugas melakukan edukasi dan perlindungan konsumen. Dimana tematik tahun ini menyasar segmen ibu-ibu, kaum pelajar mahasiswa dan UMKM.

"Kegiatan ini bukan pertama kali untuk ibu-ibu. Tapi beberapa bulan lalu juga mengundang kaum Wanita GMIT. Kenapa penting melakukan fungsi edukasi," tuturnya.

Ia menjelaskan karena persetanse literasi di Indonesia baru 28 persen, artinya kalau dikumpulkan 100 orang maka yang tahu tentang inklusi jasa keuangan 28 orang.

Namun angka pengguna jasa keuangan mencapai 62 persen. Hal ini berarti lebih banyak pengguna daripada memahami jasa keuangan.

Ia mengatakan perempuan sebagai penentu pengambil keputusan dan pengelolaan keuangan rumah tangga, maka diharapkan dengan melakukan edukasi maka akan lebih bisa mengenal jas keuangan.

Hal ini agar terhindar dari penawaran investasi ilegal atau pinjaman online ilegal. Karena saat ini tengah marak pinjaman online.

Di NTT per 30 Juni 2019 terdapat 1.389 rekening lender dan 13.675 rekening borrower dengan akumulasi penyaluran pinjaman Rp 48,81 m.

"Ini artinya sudah mulai marak dan dikenal. Pinjaman online memang memberi kemudahan tapi ada risikonya. Maka harus diperhatikan, karena pinjaman biasanya tidak sesuai kebutuhan. Pinjamnya untuk apa, harus disesuaikan dengan kebutuhan jangan sampai gali lubang, tutup lubang akibatnya terlilit hutang. Pinjamlah sesuai kemampuan dan kebutuhan," tuturnya.

Kesehatan Ashanty Kian Menurun Istri Anang Hermansyah Ungkap Firasat Buruknya Ini Aurel Hermansyah?

Investor dari Jakarta Tiba di Wisata Alam Air Panas Mengeruda Disambut Tarian Jai

UGM Batalkan Kuliah Umum Ustaz Abdul Somad, Ini Tanggapan Kapolda DIY, UGM Masih Bungkam

Oleh karena itu, kata Robert, pilihlah investasi yang legal dan dengan kegiatan ini bisa memahami lembaga jasa keuangan yang legal dan berizin agar terhindar dari investasi ilegal.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved