Berita Pendidikan
Wow! SMPN 1 Nubatukan Awasi Siswa Gunakan Handphone
SMP Negeri 1 Nubatukan, Kabupaten Lembata mengawasi siswa tidak menggunakan telepon genggam atau handphone di sekolah.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Apolonia Matilde
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM|KUPANG - Sekolah Menengah Pertama ( SMP) Negeri 1 Nubatukan, Kabupaten Lembata mengawasi siswa tidak menggunakan telepon genggam atau handphone ketika berada di sekolah.
Sekolah tersebut melakukan sosialisasi kepada orang tua dalam sosialisasi yang dilakukan Wakil Kepala SMP Negeri 1 Nubatukan Bidang Kesiswaan, Yusi Windari, medio September 2019.
Yusi Wulandari kepada Pos Kupang, mengatakan, tujuan pertemuan dengan orang tua adalah agar sama-sama mengawasi anak menggunakan telepon genggam.
• Hmmmm! Siswa SD Turiscain Diperiksa TNI? Ada Apa Ya
Yusi mengatakan, sekolah melakukan pemeriksaan seluruh telepon genggam siswa secara mendadak oleh bagian kesiswaan SMP Negeri 1 Nubatukan.
Hal tersebut, katanya, sebagai bentuk ketegasan, tanggap serta proteksi dini terhadap para siswa dari buruknya pengaruh media sosial.
Menurut Yusi, Konten-konten kekerasan, provokasi, ujaran kebencian, porno aksi dan pornografi, serta hal-hal negatif lain di media sosial (medsos) dianggap sangat merusak mentalitas dan moral siswa.
• Heboh! Mabuk Miras dan Jatuh ke Sungai TKI Asal NTT Ini Tewas Dilahap Buaya, Ini Kronologinya
Dia mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap semua konten maupun aplikasi yang dimiliki siswa di handphone akhirnya ditemukan dan ditahan beberapa telepon genggam yang dinilai mesti dikomunikasikan dengan pihak orang tua/wali.
Dikatakannya, dirinya menjelaskan kepada orang tua terkait pemeriksaan hingga penahanan handphone siswa merupakan program rutin sekolah di bawah tanggung jawab Bagian Kesiswaan.
"Para siswa ini masih kategori anak-anak. Masih harus tetap di bawah kontrol dan perhatian serius dari kita para pendidik.
• SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Persija vs Persib Bandung, Rabu 9 Oktober 2019 Jam 13.00 WIB
Bukan tidak mungkin kalau tingkatan usia mereka masih sangat rentan terhadap segala macam pengaruh negatif dari derasnya dunia digital saat ini. Kami menemukan banyak konten yang sebenarnya belum pas bagi usia mereka dan kami percaya, ada juga orangtua/wali yang tidak mengetahui ini," kata Yusi.
Yusi berharap dukungan dan kerjasama dari orang tua/wali siswa untuk secara rutin melakukan pengawasam serupa terhadap aktivitas anak di dunia sosial.
Orang tua/wali siswa yang hadir dalam rapat tersebut sangat bersyukur dengan adanya program rutin sekolah memeriksa dan mengawsi kehidupan anak-anak mereka di dunia sosial.
• INNALILLAHI Kabar Duka dari Anies Baswedan Wanita yang Disayang Gubernur DKI Jakarta Meninggal Dunia
Mereka sangat mendukung program tersebut dan berharap pihak sekolah tetap tegas dan komit dalam menangani persoalan serupa.
Mereka juga mengamini fakta buruknya pengaruh media sosial bagi kehidupan generasi muda dan pelajar di Kota Lewoleba saat ini sebagai dampak dari lemahnya sistem filter orang tua dan guru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/siswa-smpn-1-nubatukan-dilarang-bawa-handphone-ke-sekolah.jpg)