Jumat, 17 April 2026

Kisah Sukses TKI di Malaysia

Sejumlah warga Desa Taaba, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka mengadu nasib sebagai TKI di Malaysia dan sukses

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Sepeda motor milik Kanis Nahak yang dibeli dengan uang hasil kerja sebagai TKI di Malaysia. 

Menurut Prima, karena adiknya memiliki pendidikan yang cukup yakni SMA sehingga di tempat kerja ia mendapat posisi sebagai mandor di perkebunan. Setiap hari Kanis bertugas mengawas dan mengecek hasil tanaman hortikultura milik majikannya. Bila tiba saatnya untuk panen, Kanis juga bertugas mengawas para tenaga kerja.

Sebagai posisi mandor, tentu Kanis mendapat upah lebih dari tenaga kerja yang lain. Hasil pendapatan diperkirakan Rp 3-5 juta per bulan. Kanis tidak wajib mengirim uang setiap bulan karena ia status bujang. Kemudian, orangtua dan saudaranya juga tidak menuntut dia untuk mengirim uang karena orangtua bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

Orangtua dan saudaranya hanya berpesan kepadanya agar uang hasil kerjanya ditabung lalu dikirim ke keluarga di kampung untuk berinvestasi seperti membeli ternak sapi dan membangun rumah.

Setelah bekerja beberapa bulan di Malaysia, Kanis mulai menabung uang di bank dan hingga saat ini diperkirakan jumlah tabungan mencapai belasan juta. Tahun 2018, Kanis membeli ternak sapi sebagai investasi.

Kemudian Agustus 2019, Kanis membeli sepeda motor satu unit untuk membantu transportasi dalam keluarga dan sebagai aset masa depannya.

Prima mengatakan, adiknya mencari kerja di Malaysia setelah mendapat restu dari orangtua serta didukung dengan dokumen yang memadai sebagai tenaga kerja. Saat ia mencari kerja orangtua berpesan agar bekerja dengan baik dan tertib menyimpan uang selama bekerja. Sebab, selama apapun mereka kerja di Malaysia, suatu saat akan kembali ke kampung halaman.

Ketika ia pulang kampung, ia memiliki investasi yang dapat menopang hidupnya jika suatu saat ingin hidup berumah tangga.

Prima juga menambahkan, orangtua dan sanak saudaranya selalu aktif berkomunikasi dengan adiknya di Malaysia untuk menanyakan kondisi mereka. Keluarga selalu memberi suport agar ia bekerja dengan baik, menjaga diri serta tertib menggunakan uang hasil kerja. Lewat komunikasi seperti ini membuat adiknya serius bekerja. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved