Renungan Kristen Protestan
Renungan Kristen Protestan 8 Oktober 2019 :Periksa Diri sebelum Periksa Sesama
Larangan menghakimi ini kelihatannya ditujukan kepada para ahli Taurat dan orang Farisi, dan / atau orang-orang yang segolongan dengan mereka.
b) Terlalu gampang dan cepat menyalahkan orang lain sebelum mengetahui seluruh persoalannya lebih dulu. Bdk. Yoh 7:24 - "Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil".
c) Menegur / mengecam dengan kemarahan yang tak terkendali, tanpa kasih / belas kasihan. Bandingkan dengan Yohanes dan Yakobus yang ingin menurunkan api dari langit ke atas orang-orang Samaria (Luk 9:51-56).
d) Membesar-besarkan kesalahan orang lain.
e) Mempunyai sikap hyper-critical / terlalu kritis, yang biasanya selalu mencari-cari kesalahan orang, dan merasa senang pada saat bisa menemukan dan mengecam kesalahan orang lain.
Untuk itu, Yesus memerintahkan `jangan kami menghakimi supaya tidak hakimi. Dan ukuran yang kamu pakai akan diukurkan kepadamu.
Perintah ini bukan berarti kita tidak boleh menegur atau memberikan masukan kepada orang lain, bukan juga berarti kita menurunkan standar tentang mana yang baik dan tidak.
Atau kita menjadi tidak peduli dengan kesalahan orang lain. (biar pi ko dia pung hidup jadi terserah sa) bukan demikian.
Sikap menghakimi yang dimaksud disini lebih kepada sikap yang suka mencari-cari kesalahan orang lain, tetapi tidak sadar bahwa dirinya sendiri sebenarnya punya kesalahan yang lebih besar.
Jadi Yesus tidak melarang untuk menasehati/memberikan masukan serta menyatakan kebenaran. Yang dilarang Yesus adalah mengkritik dengan spirit yang salah/tujuan/motivasi yang salah.
Kritik yang sifatnya menghacurkan, meremehkan atau bahkan disertai dengan kesombongan rohani.
Kalau demikian apa yang harus kita buat sebagai orang percaya untuk tetap bisa saling mengingatkan dalam persekutuan kita?
2. Memeriksa diri sebelum menghakimi (3-5)
Dalam ayat 3,4; Yesus memberikan ilustrasi yang sangat ironis dan lucu.
Supaya lebih jelas ayat 3 bisa dijelaskan demikian :
`mengapa engkau melihat serbuk kayu (sangat kecil) di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau perhatikan sungguh-sungguh'.
Dalam ilustrasi ini, diceritakan tentang 2 orang; yang satu memiliki `selumbar' dimatanya (karphos=serbuk kayu yang sangat kecil).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pdt-juditha-follabessy-msi.jpg)