Pesan Bupati Kamelus Saat Seminar Kaum Muda Lintas Agama Peduli Narkoba
Pesan Bupati Manggarai Deno Kamelus saat seminar Kaum Muda Lintas Agama peduli Narkoba
Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
Pesan Bupati Manggarai Deno Kamelus saat seminar Kaum Muda Lintas Agama peduli Narkoba
POS-KUPANG.COM | RUTENG - Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H, M.H membuka Seminar Kaum Muda Lintas Agama Peduli Narkoba di Aula Nucalale Kantor Bupati Manggarai, Senin (7/10/2019) pagi.
Peserta yang hadir 250 orang dan turut hadir dalam kegiatan seminar ini Penjabat Sekda Manggarai, Drs. Anglus Angkat, M.Si, Kasdim 1612 Manggarai, Mayor Chb I Wayan Subrata, Pasiter Kodim 1612 Manggarai, Lettu Inf Simon Halek, Kasubag Hukum Polres Manggarai, Iptu Videlis Doni, Kepala Biara Susteran SSPS Ruteng, para ketua dan tokoh agama serta Yeni Pati Nasrani sebagai narasumber.
• Dianggap Sial, Pemilik Enggan Ambil Kendaraan Sitaan di Polres Sikka
Bupati Kamelus dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seminar kaum muda lintas agama peduli narkoba di tengah maraknya penyebaran narkoba di negeri ink bisa dikatakan hampir mencapai tingkat kritis. Pasalnya, tidak hanya di kawasan kota saja bahkan narkoba masuk ke pelosok-pelosok atau pedesaan.
"Narkoba sama menghawatirkannya dengan korupsi. Kedua hal tersebut yang membobrok nilai moral bangsa kita. Kegiatan ini sangat penting, bahkan presiden menilai bahwa Indonesia sekarang darurat narkoba, kalau darurat narkoba ini ini tidak di cegah akan berdampak buruk untuk generasi muda kita ke depannya," kata Bupati Kamelus.
• Sidang Korupsi NTT Fair Berlangsung Cepat, Terdakwa Kontraktor Pelaksana Batalkan Eksepsi
Ia mengatakan, semua pihak harus sadar tentang pentingnya mencegah narkoba.
"Dari awal kita sadar, bahwa kita hidup di negeri ini tidak sendiri, kita berbeda agama, suku tetapi dengan kegiatan seminar kaum muda lintas agama hari ini menandakan bahwa walaupun kita berbeda tetapi tetap satu, utuh untuk Indonesia tercinta ini karena kita harus memulai dari anak anak muda untuk membentuk watak atau karakter kita. Saya mengharapkan agar kegiatan ini jangan seperti 'sandiwara' di mana di dalam kegiatan, kita sangat akrab dengan satu sama yang lain walaupun berbeda agama tetapi harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari karena kita adalah negara berbhineka tunggal Ika," kata Bupati Kamelus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)