Terkontaminasi dan Dapat Memicu Kanker, Inilah Daftar Obat Lambung Ranitidin yang Ditarik BPOM

Terkontaminasi dan Dapat Memicu Kanker, Inilah Daftar Obat Lambung Ranitidin yang Ditarik BPOM

Terkontaminasi dan Dapat Memicu Kanker, Inilah Daftar Obat Lambung Ranitidin yang Ditarik BPOM
Ilustrasi obat (Shutterstock)
Terdeteksi Mengandung Zat Penyebab Kanker, 5 Produk Ranitidin ini Ditarik BPOM, Apa Saja? 

Daftar Obat Lambung Ranitidin yang Ditarik BPOM karena Berpotensi Memicu Kanker

POS-KUPANG.COM - BPOM mengeluarkan perintah penarikan pada beberapa obat yang mengandung ranitidin karena berpotensi memicu kanker.

Berikut daftar produk obat yang ditarik BPOM dengan perintah penarikan maupun penarikan sukarela.

Keputusan penarikan ini merupakan buntut dari temuan Badan Kesehatan Amerika, US FDA dan EMA (European Medicines Agency) yang menyatakan bahwa senyawa ranitidin yang terkontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dapat memicu kanker.

ILUSTRASI OBAT - BPOM Tarik Peredaran Obat Lambung Ranitidin karena Berpotensi Memicu Kanker
ILUSTRASI OBAT - BPOM Tarik Peredaran Obat Lambung Ranitidin karena Berpotensi Memicu Kanker (Freepik)

Dikutip dari situs resmi situs resmi pom.go.id, berikut penjelasan BPOM terkait ditariknya beberapa produk obat lambung ranitidin:

1. Ranitidin adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus.

2. Badan POM telah memberikan persetujuan terhadap ranitidin sejak tahun 1989 melalui kajian evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu.

Ranitidin tersedia dalam bentuk sediaan tablet, sirup, dan injeksi.

Dilantik Jadi Anggota DPR RI, Mulan Jameela Dibandingkan dengan Syarat Jadi Staf Ahli DPR

TERUNGKAP! Alasan Panglima TNI Hadi Tjahjanto Dijuluki SI OTAK SETAN, Ini Komentar Teman-Temannya

Terdeteksi Mengandung Zat Penyebab Kanker, 5 Produk Ranitidin ini Ditarik BPOM, Apa Saja?

3. Pada tanggal 13 September 2019, US FDA dan EMA mengeluarkan peringatan tentang adanya temuan cemaran NDMA dalam jumlah yang relatif kecil pada sampel produk yang mengandung bahan aktif ranitidin, dimana NDMA merupakan turunan zat Nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami.

4. Studi global memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake), bersifat karsinogenik jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Halaman
1234
Editor: Eflin Rote
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved