Angka Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Kabupaten TTS Tinggi Bupati Tahun Prihatin

Angka Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Kabupaten TTS Tinggi Bupati Tahun prihatin

Angka Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Kabupaten TTS Tinggi Bupati Tahun Prihatin
Pos Kupang.com/Dion Kota
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun 

Angka Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Kabupaten TTS Tinggi Bupati Tahun prihatin 

POS-KUPANG.COM | SOE - Bupati TTS, Egusem Piether Tahun mengaku prihatin dengan tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten TTS.

Oleh sebab itu, dirinya meminta seluruh pihak, mulai dari orang tua, sekolah, pihak gereja, LSM hingga pihak kepolisian untuk sama-sama bergandengan tangan dalam menekan angka kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten TTS.

April 2020 Pelaksanaan Pilkades Serentak di Manggarai

Kekerasan seksual terhadap anak tidak hanya menghancurkan masa depan anak semata tetapi juga merusak generasi bangsa.

"Saya terus memantau kasus kekerasan seksual terhadap anak dan trennya terus meningkat. Oleh sebab itu, saya minta seluruh komponen mari bersama-sama bergandengan tangan menyelesaikan persoalan ini," ungkap Bupati Tahun kepada pos-kupang.com, Senin (7/10/2019) melalui sambungan telepon.

Imbauan untuk melawan tindak kekerasan seksual terhadap anak lanjut Bupati Tahun telah disampaikan melalui radio pemerintah daerah (RPD).

Bupati Sikka Mutasi Lagi 135 Pejabat Eselon IV di Sikka, Ini SKPD yang Diisi

Tidak hanya itu, dirinya juga sudah mengeluarkan surat edaran yang berisikan penegasan kepada para kepala desa, lurah dan camat untuk melakukan pengawasan di wilayah.

Jika ditemukan adanya kasus kekerasan seksual terhadap anak, kepala desa, lurah dan camat wajib melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian guna diproses hukum. Jika diketahui adanya lurah, kepala desa atau camat yang berani mendiamkan kasus kekerasan seksual terhadap anak, dirinya tak segan untuk memberikan sanksi tegas.

"Saya tidak main-main, lurah, kepala desa maupun camat harus mengawaspada terhadap kasus kekerasan seksual. Para orang tua juga diminta untuk meningkatkan pengawasan kepada anak agar tidak menjadi korban kekerasan seksual," ingatnya.

Angka kasus persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di Kabupaten TTS terbilang tinggi dan sudah sangat memprihatikan.

Terhitung sejak Januari hingga September 2019, unit PPA, Polres TTS sudah menangani 74 kasus persetubuhan dan pencabulan terhadap anak. Korbannya tak tanggung-tanggung, mulai dari anak usia 4 tahun hingga 16 tahun.

Yang lebih mirisnya lagi, pelakunya merupakan orang terdekat korban, mulai om, sepupu, guru hingga tetangga korban.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH., MH didampingi Kanit PPA Polres TTS, Bripka Adelina Ma'akh kepada pos- kupang.com, Senin (7/10/2019) di ruang kerjanya. Jamari mengatakan, kebanyak motif pelaku melakukan aksi bejatnya karena mabuk dan terpengaruh film porno.

Ada juga yang bermotif pacaran sehingga meminta pembuktian cinta dan ada juga karena diimingi-imingi sesuatu.

Dari 74 kasus yang ditangani, 20-an diantaranya sudah dinyatakan lengkap atau P21, sedangkan sisanya masih dalam proses pemberkasan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved