Warga Ende Dikenalkan Kentongan Untuk Antisipasi Bencana

Warga Kabupaten Ende dikenalkan dengan kentongan untuk mengantisipasi bencana alam yang terjadi di daerah itu.

Warga Ende Dikenalkan Kentongan Untuk Antisipasi Bencana
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Bupati Ende, Drs Djafar Achmad Bersama Kapolres Ende, Achmad Muzayin dan Dandim 1602 Ende, Letkol Inf Moch Fuad Suparlin, S.I.P,M. Tr (Han) Berfoto Bersama Para Siswa Suasai Meluncurkan Kentongan Tanggap Bencana RRI, Senin (30/9/2019). 

POS-KUPANG.COM |ENDE - Warga Kabupaten Ende dikenalkan dengan kentongan untuk mengantisipasi bencana alam yang terjadi di daerah itu.

Pengenalan kentongan ditandai dengan peluncuran oleh Bupati Ende, Drs Djafar Achmad di SDI Paupanda 1, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Senin (30/9/2019).

Peluncuran kentongan yang diprakarsai oleh RRI Ende dihadiri oleh Bupati Ende, Drs Djafar Achmad dan Kapolres Ende, AKBP Achmad Muzayin serta Dandim 1602 Ende, Letkol Inf Moch Fuad Suparlin, S.I.P,M. Tr (Han) serta Anggota DPRD Kabupaten Ende, Yulius Cesar Nonga serta siswa dan guru SDI Paupanda juga masyarakat Kelurahan Tanjung.

Terkait Virus African Swine Fever, DPRD NTT Minta Pemprov Perketat Pengawasan di Perbatasan

Kepala Kantor RRI Cabang Ende, Jaya Maulana Rukmantara mengatakan program tanggap bencana kentongan, merupakan program RRI, dimaksudkan untuk memberikan edukasi mitigasi bencana alam kepada masyarakat, melalui program siaran RRI disemua program berupa dialog interaktif dan filler juga iklan layanan masyarakat (ILM).

Program ini diharapkan dapat membantu pemerintah, dalam menekan angka kematian akibat bencana alam, dengan informasi peringatan dini, secara tradisional dengan menggunakan kentongan sebagai media penyelamatan diri dan masyarakat.

Sampah yang Menumpuk di Lingkar Luar, Desa Oinlasi Bersumber dari Warga Kota SoE

"Sudah menjadi tanggung jawab RRI sebagai Radio Penyiaran Publik, dalam menjawab atas kebutuhan masyarakat, akan adanya media yang fokus pada mitigasi bencana alam, pada sisi lain banyak lembaga, hanya fokus pada proses penginformasian saat peristiwa bencana terjadi serta aksi recovery, padahal, dampak bencana alam dapat ditekan bila ada program mitigasi bencana," katanya.

Nama kentongan dikaitkan dengan kearifan local pada sebagian besar masyarakat Indonesia, sebagai penanda terjadinya suatu peristiwa.

"Pembuatan kentongan pun sangat sederhana tidak sulit, yang di ambil dari pohon mambu atau kayu yang banyak tumbuh di wilayah Flores pada umumnya dan Ende pada khususnya," ujar Jaya Maulana.

Dengan program ini, diharapkan tanggap bencana menjadi daya hidup masyarakat, mulai dari selalu siaga menghadapi bencana, mengatasi bencana dan peduli pada lingkungan.

Bupati Ende, Drs Djafar Achmad mengatakan pihaknya meyambut baik progam kentongan untuk mengantisipasi bencana karena mengingat wilayah Kabupaten Ende termasuk dalam daerah yang rawan akan bencana alam.

Halaman
12
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved