Imbas Kerusuhan, TNI AU Evakuasi 2.957 Orang dari Wamena ke Jayapura

Imbas Kerusuhan, TNI AU evakuasi 2.957 orang warga dari Wamena ke Jayapura

Imbas Kerusuhan, TNI AU Evakuasi 2.957 Orang dari Wamena ke Jayapura
KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI
Para pengungsi dari Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, tiba di LanudSilas Papare Jayapura, Jumat (27/9/2019). 

Imbas Kerusuhan, TNI AU evakuasi 2.957 orang warga dari Wamena ke Jayapura

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - TNI Angkatan Udara telah mengevakuasi 2.957 orang menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU dari Wamena ke Jayapura.

Hal itu dilakukan lantaran imbas kerusuhan yang terjadi selama enam hari ini. "Total pengungsi sejak 25 sampai dengan 29 September sebanyak 2.957 orang menggunakan pesawat TNI AU," ujar Kepala Subdinas Penerangan Umum TNI AU Muhammad Yuris saat dikonfirmasi, Senin (30/9/2019).

KPK Terkejut Hakim yang Bebaskan Syafruddin Temenggung Dinyatakan Langgar Etik

Dalam keterangan tertulisnya, TNI menggunakan 2 pesawat guna mengevakuasi warga yang terdampak kerusuhan, yakni Hercules A-1336 dan A-1305.

Untuk Hercules A-1336, TNI AU mengevakuasi 740 warga dari Wamena ke Jayapura dengan empat kali pengiriman.

"Total 740 orang, pengiriman pertama 170 orang, kemudian 209 orang, 199 orang, dan pengiriman terakhir 162 orang," tutur Yuris.

Kelor Tingkatkan Berat Badan dan Tinggi Balita Stunting

Adapun untuk Hercules A-1305, TNI AU mengevakuasi 516 orang dengan tiga kali pengiriman dari Wamena ke Jayapura.

Tiga kali pengiriman tersebut yakni, pengiriman pertama 150 orang, kemudian 190 orang, dan 176 orang.

Diketahui, aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019), berujung rusuh.

Demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena. (Kompas.com/Christoforus Ristianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TNI AU Evakuasi 2.957 Orang dari Wamena ke Jayapura",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved