Kelor Tingkatkan Berat Badan dan Tinggi Balita Stunting

Daun Kelor dengan varian menu dapat meningkatkan Berat Badan dan Tinggi badan balita stunting

Foto Teresia Elfi untuk pos-kupang.com.
Pengukuran tinggi badan Balita, Jumat (28/9/2019). 

Daun Kelor dengan varian menu dapat meningkatkan Berat Badan dan Tinggi badan balita stunting

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Pemberian makanan tambahan ( PMT) formulasi empat bintang selama 10 hari, kepada sejumlah balita terindikasi stunting, gizi buruk dan gizi kurang pada tiga desa di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, memberi indikasi positif.

"Puji Tuhan 80 persen berat badan Balita meningkat berkisar rata-rata 2 ons dan berat badan semua anak bertambah," kata Teresia Elfi, S.Kep.,Ns,M.Kep, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nusa Nipa (Unipa) kepada pos-kupang.com, Minggu (29/9/2019) di Maumere.

Pilkada 2020 - PDIP Jajaki Koalisi Sesuai Kebutuhan Daerah

Penimbangan dan pengukuran berat badan Balita dilakukan Jumat (27/9/2019).

PMT, penimbangan dan pengukuran berat badan ini melibatkan tim dosen Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKM) Unipa, Pembronia Nona Fembi, S.Kep,Ns.,M.Kep, Yosefina MH Keytimu, S.Kep,Ns,MPH, Yohanes Paulus Pati Rangga, SKM, M.Kes, dan Sisilia Wati D.Wida,S.Kep,Ns,M.Kep.

Teresia menjelaskan Balita diintervensi oleh PMT umumnya dari orangtua berlatar belakang petani, nelayan dan berpendidikan sekolah dasar.

Pilkada 2020 - NasDem Apresiasi Edi Endi di Manggarai Barat

Wakil Dekan III Fakultas Ilmu FKM, melanjutkan bahan dasar utama pemberian makanan tambahan yakni kelor dengan varian menu berbeda setiap hari melibatkan kader Posyandu.

"Kami lakukan selama 10 hari menggunakan bahan dasar pangan lokal dengan prinsip empat bintang," kata Teresia.

Berdasarkan data Kepala Puskesmas Watubain, populasi Balita stunting pada bulan Agustus 2019 di Kecamatan Talibura sebanyak 1.042 orang dan Puskesmas Watubain 382 anak dari 1.400 orang. Sampel balita stunting diambil secara claster dari tujuh Posyandu di Desa Nebe, Darat Gunung dan Desa Talibura.

Dari kegiatan ini, Teresia merekomendasi agar dianggarkan PMT dari ADD untk anak gizi buruk dan gizi kurang. RTL dari Puskesmas akan melakukan peningkatan kapasitas kader Posyandu tentang PMT 4 bintang. Melakukan rembug stunting bersama pendamping desa berkaitan dengan pengalokasian ADD untuk menurunkan stunting, konvergensi stunting dengan pendekatan pada 1.000 hari pertama kehidupan sejak ibu hamil hingga Balita dua tahun.

Teresia,alumni Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabaya. menjelaskan, pilihan intervensi pada Balita stunting karena berkaitan dengan gizi dan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia berdampak pada perkembangan, kecerdasan dan rentan terhadap penyakit.

Secara umum stunting disebabkan asupan nutrisi yang tidak memadai sejak 1.000 hari pertama kehidupan. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved