Bahas Tiga Agenda, Waspada Peer to Peer Lending Ilegal Bisa Sampai Pelecehan Seksual

sedangkan fintech peer to peer lending ilegal berjumlah 1.477 entitas.

Bahas Tiga Agenda, Waspada Peer to Peer Lending Ilegal Bisa Sampai Pelecehan Seksual
kolase
ilustrasi pelecehan seksual 

Waspada Peer to Peer Lending Ilegal, Bisa Sampai Pelecehan Seksual

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pada Rapat Koordinasi Satgas Waspada Investasi Daerah NTT kali ini mengangkat tiga agenda penting yang dipaparkan oleh Analisis Executive Department Penyidikan OJK Pusat, Akta Bahar Daeng, Penyidik Subdit 2 Eksus Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTT, Inspektur Polisi, Rifai dan dari Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dra Sisilia Sona.

Akta dalam pemaparannya tentang Fintech Peer to Peer Lending menyampaikan jumlah fintech peer to peer landing yang terdaftar di OJK berjumlah 127 perusahaan, sedangkan fintech peer to peer lending ilegal berjumlah 1.477 entitas.

Hal ini menunjukkan bahwa setiap bulan selalu bermunculan fintech baru atau dikenal dengan istilah tutup pagi buka sore. Karena para pelaku dengan mudah membuat aplikasi dan permintaan yang sangat besar dari masyarakat.

Kata Akta, maysrakat membutuhkan untuk memperoleh pinjaman dengan syarat yang lebih mudah dibandingkan perbankan sehingga masyarakat memilih menggunakan fintech tanpa menelusuri status fintech tersebut.

Masyarakat tidak pernah mengetahui bahwa fintech peer to peer lending itu tidak terdaftar di OJK, bunga pinjaman tidak jelas, penyebaran data pribadi peminjam dan alamat peminjaman yang tidak jelas serta berganti nama.

"Pelaku fintech peer to peer lending ilegal tidak hanya menggunakan Google Play Store untuk tawarkan aplikasi, tapi juga link unduh yang disebar melalui SMS atau dicantumkan dalam situs milik pelaku," ujarnya.

Tata cara penagihannya, lanjut Akta, tidak hanya kepada peminjam tapi juga ditagihkan kepada keluarga, rekan kerja hingga atasan. Fitnah, ancaman, hingga pelecehan seksual dan penagihan sebelum batas waktu.

Ini Dampak Motor Pakai Knalpot Racing, Mulai dari Motor Cepat Rusak Hingga Masuk Penjara

Workshop Pengembangan Rumput Laut, Ganef Sebut Ada Lima Klaster Rumput Laut di NTT

Oleh karena itu Satgas telah menghentikan 1.477 entitas, blokir, umumkan kepada masyarakat, laporan informasi kepada Polri, batasi ruang gerak transaksi keuangan perbankan dan payment system serta mendorong untuk daftar. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved