Bunuh Bocah Kandung Kembar, Begini Lama Waktu Kurungan Yang Bakal Dijalani Tersangka

kliennya mengalami penderitaan batin hingga tak kuasa menahannya dan melakukan kasus tersebut dalam keadaan tidak sadar.

Bunuh Bocah Kandung Kembar, Begini Lama Waktu Kurungan Yang Bakal Dijalani Tersangka
POS KUPANG/GECIO VIANA
Dewi Regina Ano (kanan) saat diperiksa Kanit PPA Satreskrim Polres Kupang Kota, Bripka Bregitha N. Usfinit, SH (kiri) di Mapolres Kupang Kota, Rabu (25/9/2019). 

Bunuh Bocah Kandung Kembar, Begini Lama Waktu Kurungan Yang Bakal Dijalani Tersangka Dewi Regina Anok

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dewi Regina Ano (24), tersangka pembunuhan bocah kembar di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang terancam 20 tahun kurungan penjara.

Dewi Regina Ano yang juga ibu kandung bocah kembar masing-masing Angga Masus dan Angki Masus dihadapan penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Kupang Kota.

Dewi menghabisi nyawa kedua anak laki-lakinya yang masih berumur 5 tahun di mes milik Hotel Ima pada Kamis (5/9/2019).

Demikian disampaikan Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MH saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/9/2019).

Tersangka telah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik sebanyak dua kali dan saat ini telah ditahan di Mapolres Kupang Kota.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal pasal 80 ayat 3 dan 4 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak ubsider pasal 338 KUHP.

"Dalam undang-undang itu, pada pasal 80 ayat 3 menyebutkan bahwa penganiayaan yang mengakibatkan anak meninggal, diancam hukuman penjara 15 tahun dan ayat ke-4 menyatakan bahwa jika pembunuhan dilakukan oleh orangtua maka ancaman hukumannya ditangani sepertiga dari ancaman hukuman pokok," ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota.

Sebelumnya, Satuan Reskrim Polres Kupang Kota akan melakukan pemeriksaan psikologi terhadap tersangka pembunuhan bocah kembar di Kota Kupang.
Pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan psikologi terhadap pelaku saat kondisinya pulih pasca menjalani operasi di RSB Drs Titus Ully Kupang.

Pemeriksaan psikis dilakukan untuk mengungkap motif dari tindakan yang dilakukan oleh tersangka hingga tega menghabisi nyawa kedua anaknya.

Halaman
1234
Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved