Kamis, 9 April 2026

Pensiunan Guru SD di Koting, Sikka Geluti Singkong Unggul

Seorang pensiunan guru SD di Koting, Kabupaten Sikka geluti singkong unggul

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Yupensius Yanuarius (depan) bersama Direktur CV.Mitco, Tommy Djari, Sekretaris Dinas Pertanian Sikka, Vallery Samador,dan Kepala Balai Penyuluhan Kecamatan Koting, Hek Boy, Rabu (25/9/2019) panen singkong unggul di Kampung Wajong Aur, Desa Koting B, Kabupaten Sikka, Pulau Flores. 

Seorang pensiunan guru SD di Koting, Kabupaten Sikka geluti singkong unggul

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Enam bulan yang lalu, Yupensius Yanuarius (60) purna tugas dari keseharian sebagai guru SD di Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

Mengeluti usaha pertanian, menamam ubi memang telah lama dilakukan Yupensius. Namun semenjak pensiun, usaha pertanian menjadi pilihan Yupensius melanjutkan keseharianya.

Indra Iskandar Jelaskan Alasan Ketua DPR Bambang Soesatyo tak Bisa Bertemu Mahasiswa

Memanfaatkan lahan kosong pada halaman belakang rumah di Kampung Wajong Aur, Desa Koting B, Kecamatan Koting dan lahan milik keluarga, Yupensius menanam singong nggul. Ia menanam ubi jenis Malang 4 dan Malang 6.

"Bibit dikasih Pak Tommy Djari. Tempo hari waktu coba pertama kali, satu pohonya hasilnya sekitar 53 Kg dipanen usia 10-11 bulan. Saat ini saya panen 400 pohon. Harga jual Rp 700-Rp 1.000/kg," kata Yupensius kepada pos-kupang.com, Rabu di Kampung Wajong Aur.

PDIP Serahkan Susunan Kepengurusan Baru Hasil Kongres V Bali ke Menkumham

Pertama kali menanam ubi kayu unggul, diakui Yupensius,banyak warga menganggapnya rugi. Ia juga melakukan penanaman tumpang sari dengan tanaman jagung dan jenis tanam lainnya.

Kata Yupensius, ia terus menekuni tanaman ubi kayu unggul ini. Setiap kali panen hasilnya dibeli seluruhnya.

Direktut CV Mitco, Tommy Djari, pertama kali mengembangkan ubi kayu varietas unggul ini mengatakan berapapun punya banyak panen petani ia akan beli. Ia akan mendatangkan varietas lain yang lebih besar dan dan produksi lebih tinggi, jenis singkong Gajah dan Tambak Udang.

"Singkong ini menjadi bahan baku pembuatan tepung tapikoa. Struktur tanah di Sikka sangat bagus kembangkan ubi kayu ini. Tetapi agak susah mengubah cara pandang petani beralih tanam ubi jenis ini," ujar Tommy.

Panen perdana ubi kayu unggul dilakukan bersama Sekretaris Dinas Pertanian Sikka, Vallery Samador, dan Kepala Balai Penyuluhan Kecamatan Koting, Hek Boy. (laporan wartawan pos-kupang.com, eginius mo'a).

Pos-kupang.com/eginius mo'a

Yupensius Yanuarius (depan) bersama Direktur CV.Mitco, Tommy Djari, Sekretaris Dinas Pertanian Sikka, Vallery Samador,dan Kepala Balai Penyuluhan Kecamatan Koting, Hek Boy, Rabu (25/9/2019) panen singkong unggul di Kampung Wajong Aur, Desa Koting B, Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Enam bulan yang lalu, Yupensius Yanuarius (60) purna tugas dari keseharian sebagai guru SD di Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

Mengeluti usaha pertanian, menamam ubi memang telah lama dilakukan Yupensius. Namun semenjak pensiun, usaha pertanian menjadi pilihan Yupensius melanjutkan keseharianya.

Memanfaatkan lahan kosong pada halaman belakang rumah di Kampung Wajong Aur, Desa Koting B, Kecamatan Koting dan lahan milik keluarga, Yupensius menanam singong nggul. Ia menanam ubi jenis Malang 4 dan Malang 6.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved