Pensiunan Guru SD di Koting, Sikka Geluti Singkong Unggul
Seorang pensiunan guru SD di Koting, Kabupaten Sikka geluti singkong unggul
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Kanis Jehola
"Bibit dikasih Pak Tommy Djari. Tempo hari waktu coba pertama kali, satu pohonya hasilnya sekitar 53 Kg dipanen usia 10-11 bulan. Saat ini saya panen 400 pohon. Harga jual Rp 700-Rp 1.000/kg," kata Yupensius kepada pos-kupang.com, Rabu di Kampung Wajong Aur.
Pertama kali menanam ubi kayu unggul, diakui Yupensius,banyak warga menganggapnya rugi. Ia juga melakukan penanaman tumpang sari dengan tanaman jagung dan jenis tanam lainnya.
Kata Yupensius, ia terus menekuni tanaman ubi kayu unggul ini. Setiap kali panen hasilnya dibeli seluruhnya.
Direktut CV Mitco, Tommy Djari, pertama kali mengembangkan ubi kayu varietas unggul ini mengatakan berapapun punya banyak panen petani ia akan beli. Ia akan mendatangkan varietas lain yang lebih besar dan dan produksi lebih tinggi, jenis singkong Gajah dan Tambak Udang.
"Singkong ini menjadi bahan baku pembuatan tepung tapikoa. Struktur tanah di Sikka sangat bagus kembangkan ubi kayu ini. Tetapi agak susah mengubah cara pandang petani beralih tanam ubi jenis ini," ujar Tommy.
Panen perdana ubi kayu unggul dilakukan bersama Sekretaris Dinas Pertanian Sikka, Vallery Samador, dan Kepala Balai Penyuluhan Kecamatan Koting, Hek Boy. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pensiunan-guru-sd-di-koting-sikka-geluti-singkong-unggul.jpg)