Minggu, 12 April 2026

Warga Puunaka Kabupaten Ende Tidak Malu Sebagai Daerah Kumuh

Kalau dulu mungkin kami malu tapi sekarang kami sudah tidak malu lagi karena lingkungan kami bukan lagi daerah kumuh

Penulis: Romualdus Pius | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Warga Lingkungan Puunaka Sedang Membersihkan Lingkungan, Jumat (20/9/2019). 

Warga Puunaka Tidak Malu Sebagai Daerah Kumuh

POS-KUPANG.COM|ENDE--Warga Lingkungan Puunaka, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende, tidak malu lagi dikatakan sebagai daerah kumuh karena saat ini lingkungan tersebut telah bersih dan tertata rapi berkat adanya program Kotaku yang diturunkan dari Kementrian PUPR.

Tokoh masyarakat Lingkungan Puunaka, Benediktus Jegho mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Jumat (20/9/2019) di Ende.

“Kalau dulu mungkin kami malu tapi sekarang kami sudah tidak malu lagi karena lingkungan kami bukan lagi daerah kumuh,”katanya.

Benediktus mengatakan bahwa program Kotaku yang diturunkan oleh pemerintah sejak tahun 2017 telah merubah wajah lingkungan Puunaka yang sebelumnya terlihat kumuh ini telah bersih juga tertata dengan baik.

“Kalau sebelumnya jalan masuk ke kompleks rumah warga sangat sulit kendaraan tidak bisa masuk namun sekarang kendaraan roda dua sudah bisa masuk hingga ke depan rumah warga begitupun roda empat,”kata Benediktus.

Berkat program Kotaku yang diturunkan dari pemerintah juga membuat kondisi lingkungan menjadi bersih karena telah terbangun kesadaran dari warga untuk secara bersama-sama membersihkan lingkungan tempat tinggal,ujar Benediktus.

Menurut Benektus program Kotaku telah memberikan nilai positif bagi masyarakat karena tidak saja fisik namun juga mental masyarakat karena masyarakat mulai sadar akan arti kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Koordinator Program Kotaku Pulau Flores, Marius Aiba mengatakan bahwa program Kotaku di Lingkungan Puunaka, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende,dimulai sejak tahun 2017.

Dikatakan program Kotaku di Lingkungan Puunaka meliputi pekerjaan drainase juga paving blok dan rabat beton serta tembok penyokong.

Program tersebut didukung dengan dana sebesar Rp 500 Juta.

Program Kotaku di Lingkungan Puunaka seluas 7,53 hektar meliputi RT 5 dan 7 Puunaka serta RT 1 dan 3 Hawu.

Marius mengatakan bahwa semenjak program Kotaku diluncurkan di tahun 2017 ada perubahan yang signifikan di Lingkungan Puunaka tidak saja secara fisik namun juga mental masyarakat.

“Masyarakat mulai sadar akan arti kebersihan lingkungan tempat tinggal yang mana mereka secara bergotong royong membersihkan drainase juga paving blok sehingga kondisi lingkungan tampak bersih,”kata Marius.

Marius berharap agar semangat kebersamaan yang ada tetap terbangun seterusnya sehingga berbagai program pemerintah yang nantinya diturunkan ke lingkungan tersebut bisa berhasil.

Disaksikan Pos Kupang tampak ibu-ibu dan juga bapak di Lingkungan Puunaka secara bergotong royong membersihkan jalan dan juga drainase.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved