Ikut Aksi World Clean Up Day di Lembata, Camat Nubatukan: Masyarakat Harus Malu

Ikut aksi World Clean Up Day 2019 di Lembata, Camat Nubatukan: masyarakat harus malu

Ikut Aksi World Clean Up Day di Lembata, Camat Nubatukan: Masyarakat Harus Malu
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Camat Nubatukan, Maria Anastasia Barabaje (tengah) sedang memantau selokan penuh limbah dan sampah di salah satu sudut pertokoan di Kota Lewoleba, Sabtu (21/9/2019) pagi. 

Ikut aksi World Clean Up Day 2019 di Lembata, Camat Nubatukan: masyarakat harus malu

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Ribuan warga yang terdiri dari pelajar, komunitas, kelompok pramuka, instansi pemerintah dan swasta terlibat langsung dalam aksi World Clean Up Day 2019 atau Aksi Hari Bersih-Bersih Sedunia di Kota Lewoleba, Sabtu (21/9/2019).

Aksi yang dilakukan serentak di 157 negara di dunia ini mendapat apresiasi luar biasa dari berbagai pihak termasuk Camat Nubatukan, Kota Lewoleba, Maria Anastasia Barabaje.

World Clean Up Day 2019, Ribuan Warga Bersihkan Sampah di Kota Lewoleba

Namun Maria Anastasia juga turut menyoroti kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami berterima kasih, kenapa masih ada orang yang punya hati untuk menjaga lingkungan padahal kebersihan lingkungan itu kembali untuk diri sendiri," ungkapnya di sela-sela aksi pembersihan di Kota Lewoleba pagi itu.

Dia mengapresiasi kegiatan pembersihan serentak itu sehingga dia berharap aksi ini dilakukan secara terus menerus dan tidak bersifat sporadis saja.

Sotis Hotel Kupang Ambil Bagian World Clean up Day

Secara tegas dia mengatakan masyarakat seharusnya merasa malu karena ada orang lain yang datang membersihkan rumah mereka sendiri. Efeknya, lanjutnya, kalau masyarakat sudah malu maka dia akan sendiri sadar bahwa orang lain saja memperhatikan kebersihan lingkungan mereka apalagi diri sendiri.

Saat ini, pihak kecamatan juga rutin melakukan kunjungan kerja ke setiap kelurahan untuk mensosialisasikan aturan-aturan yang sudah termaktub dalam perda termasuk salah satunya soal sampah.

Dalam Perda Nomor 12 Tahun 2012 sudah dirincikan detail-detail regulasi soal sampah dan limbah rumah tangga dan industri.

"Masyarakat kita mungkin ada yang tahu dan ada yang tidak tahu. Jadi kita sosialisasikan ini sehingga kalau suatu saat kita lakukan penindakan mereka tidak kaget," imbuhnya.

Pihaknya akan menyiapkan peralatan penunjang kebersihan dan sudah dianggarkan dari dana kelurahan tahun depan.

Dikatakannya, pemerintah sudah membahas soal pembagian tugas pengangkutan sampah. Pihak kecamatan bertanggungjawab terhadap sampah dari rumah tangga ke tempat pembuangan sementara. Sedangkan dari tempat pembuangan sementara ke tempat pembuangan akhir jadi tanggungjawan Dinas Lingkungan Hidup.

"Untuk satu tahun ini kita masih menggalakan kesadaran mereka, sehingga tahun depan mereka sudah mengumpulkan sampah di depan rumah supaya ada yang angkut."

Maria menjelaskan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan mengumpulkan sampah ini harus jadi kebiasaan dan budaya setiap masyarakat dulu. Kalau tidak masalah sampah tidak akan tuntas diselesaikan.
Dia juga berharap tahun depan merekan juga bisa bekerja lebih maksimal. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved