Kesaksian Mosalaki di Polisi, DPRD Sikka ‘Makan Uang’ Jadi Jualan Kampanye Pemilu

penyelewengan tunjangan transportasi dan perumahan yang dituduhkan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo kepada 35 anggota DPRD Sikka.

Kesaksian Mosalaki di  Polisi, DPRD   Sikka  ‘Makan  Uang’ Jadi Jualan  Kampanye Pemilu
POS KUPANG/EUGENIUS MO'A
Maksimus Maku Tonda. 

Kesaksian Mosalaki di  Polisi, DPRD   Sikka  ‘Makan  Uang’ Jadi Jualan  Kampanye Pemilu

POS-KUPANG.COM| MAUMERE--Mosalaki (tua adat) Desa  Mbengu,  Kecamatan Paga, Kabupaten  Sikka, Pulau   Flores,  Maksimus Maku  Tonda,  Kamis   (19/9/2019) siang memberikan keterangan  kepada  penyidik Polres  Sikka  tentang tuduhan  penyelewengan tunjangan  transportasi dan  perumahan  yang dituduhkan  Bupati  Sikka, Fransiskus   Roberto   Diogo kepada  35  anggota  DPRD  Sikka.

“Saya  sampaikan  kepada  polisi  bahwa  berita  anggota  DPRD Sikka  makan  uang (tunjangan  transportasi dan perumahan)  sangat   dipercaya  masyarakat.  Karena berita ini  disampaikan  oleh Bupati  Sikka,” kata  Maksimus Maku  Tonda, kepada  pos-kupang.com, usai  pemeriksaan di Mapolres Sikka.

Laporan dugaan penyelewenangan itu, kata Maksimus Tonda,  menjadi   senjata ampuh  bagi    calon    DPRD   Sikka  dalam  kampanye  Pemilu 2019.  Di  mana-mana  ada forum  pertemuan dengan  pemilih, calon  DPRD  mengunakan laporang penyelewengan sebagai   kampanye.

Banyak   pemilih  yang  tidak  paham, kata  Maksimus Tonda, kemudian beralih  pilihan  tidak  memilih  anggota  dewan  yang mencalonkan  diri  lagi.

“Ketika  ada  forum,  calon  anggopta  DPRD   gunakan  ini  (penyelewengan  tunjangan transportasi dan  perumahan)  untuk kampanye. Mereka   tunjukan berita di koran. Jangan  pilih mereka yang lama karena  makan  uang akan dipenjara. Suara akan terbuang sia-sia,” kisah Maksimus Tonda.

Namun setelah  Pemilu Legislatif   dan  berita surat kabar  tentang  Lapran  hasl pemeriksaan  BPK RI   wilayah NTT menyatakan  tidak  ditemukan penyimpangan, warga  yang semula  terhasut  informasi   itu  tak  bersuara  apapun.

“Saya  juga memang tunggu (informasi ini) ternyata  tidak benar. Tapi Caleg  lama sudah jadi korban,” ujar  Maksimus  Tonda.

Ia mengaku  ditanyai delapan pertanyaan. Semua pertanyaan  dijawab sesuai   informasi  dan pengalaman yang dirasakannya.

Siflan  mengadukan Bupati  Sikka, Kamis  (15/8/2019) atas pernyataan   yang diduga  menuduh  35   anggota  DPRD  Sikka  periode  2014-2019  melakukan penggembungan   dana   tunjungan perumahan dan transportasi   tahun  2018,

Pasangan Artis Ini Sukses Bikin Pubilk Cemburu Romantis Punya 3 Anak Cantik dan Tampan Siapa Mereka?

Pemain Semen Padang Karl Max Barthelemy Menuai Pujian Usai Cetak Gol ke Gawang Persib Bandung,Info

Hasil  audit keuangan   Pemda  Sikka  tahun  2018 oleh   BPK RI Perwakilan NTT  diterbitkan   dalam laporan hasil pemeriksaan  tahun  2018 diterbitkan  Juni 2019,  tidak  menemukan penyalahgunaan  tunjangan  itu. (Laporan  Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius  Mo’a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved