Ende Sumbang Dua Persen Angka Malaria NTT

Namun yang menjadi kendala adalah belum tersosialisasinya Perbup ini kepada masyarakat,maupun pada steakholder terkait.

Ende Sumbang Dua Persen Angka Malaria NTT
net
nyamuk 

Ende Sumbang Dua Persen Angka Malaria NTT

POS-KUPANG.COM|ENDE-- Masih tingginya angka penyakit maalria di NTT merupakan kontribusi angka malaria dari beberapa Kabupaten,salah satunya dari Kabupaten Ende yang menyumbang sekitar 1 sampai 2 persen angka malaria NTT.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Ahmad Gulung mengatakan hal itu dalam laporannya pada kegiatan pertemuan sosialisasi peraturan Bupati Ende Nomor 21 tahun 2018 tentang eliminasi malaria Kabupaten Ende tahun 2022 yang diterima Pos Kupang.Com, Kamis (19/9/2019) di Ende.

Achmad mengatakan malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dunia karena sekitar 3,2 miliar penduduk dunia tinggal di daerah endemik malaria.

Dikatakan dari 106 negara endemis malaria di dunia,Indonesia masuk 10 besar negara endemis. Data Kementrian Kesehatan RI tahun 2017 menyebutkan masih ada 10,7 juta penduduk yang masih bermukim dikawasan endemis malaria.

Dari 514 Kabupaten dan Kota di Indonesi baru 52 persen (266 Kabupaten/kota) yang sudah bebas malaria. Masih ada sekitar 39 Kabupaten dan kota ( 8 persen ) yang tinggal di daerah tinggi. Daerah yang dikategorikan endemis tinggi semuanya berada dikawasan Indonesia Timur seperti Papua,Papua Barat dan NTT.

NTT menyumbang sekitar 21 persen kasus malaria di Indonesia. Sementara itu data dinas kesehatan Provinsi NTT menyebut bahwa dalam kurun waktu 10 tahun terahkir angka kesakitan malaria terus mengalami trend penurunan terbesar 76 persen.

Tahun 2006 angka kesakitan malaria NTT sekitar kurang dari 120 per 1000 penduduk,sedangkan tahun 2018 menurun hingga mencapai 2 per 1000 penduduk.

“Namun berkat kerja keras semua dan kepedulian pemerintah Kabupaten Ende dalam memerangi malaria,maka terhitung tahun 2018 hingga saat ini angka kesakitan malaria mampu ditekan hingga mencapai kurang dari 1 per 1000 penduduk,”kata Ahmad.

Menurutnya angka seperti ini merupakan syarat mutlak untuk mencapai Eliminasi. Sehingga perlu mempertahankannya. 

Daerah Endemis Malaria

Halaman
123
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved