Saatnya Kopi Lokal Manggarai Jadi Minuman Wajib di Hotel dan Resto di Labuan Bajo

menyampaikan pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Kepala Daerah Kabupaten se NTT di Labuan Bajo Juli lalu.

Saatnya Kopi Lokal Manggarai Jadi Minuman Wajib di Hotel dan Resto di Labuan Bajo
POS KUPANG/ARIS NINU
Peserta Kopi Manggarai Raya di Labuan Bajo. 

Saatnya Kopi Lokal Manggarai Jadi Minuman Wajib di Hotel dan Resto di Labuan Bajo

POS-KUPANG.COM|RUTENG---Kopi sebagai salah satu produk unggulan di Nusa Tenggara Timur, sayangnya masih belum menjadi tuan rumah di daerahnya.

Idealnya, seiring dengan banyaknya daerah wisata di NTT, komoditas lokal menjadi potensi untuk dipromosikan. Namun faktanya, belum banyak pelaku pariwisata yang menggunakan kopi lokal sebagai suguhan tamu.

Terkait itu, bertempat di Kantor Bupati Manggarai Barat dilakukan pertemuan para pihak yang dihadiri sekitar 50 peserta dari dari wakil Dinas Pertanian di 3 kabupaten yaitu Manggarai Barat , Manggarai dan Manggarai Timur, Masyarakat PIG, pelaku usaha kopi, pelaku pariwisata dan LSM untuk menggagas kerjasama para pihak dalam mempromosikan kopi lokal.

Bupati Manggrai Barat, Agustinus Ch Dula dalam pertemuan itu menyampaikan pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Kepala Daerah Kabupaten se NTT di Labuan Bajo Juli lalu.

“Gubernur NTT mengajak kita semua menggunakan produk local dari hulu hilir . Salah satu yang kita miliki adalah kopi bersertifikat Indikasi Geografis,” ujarnya pada saat pembukaan pertemuan stakeholder di kantornya, Senin (16/09/2019).

Ia berharap, semua petani kopi khususnya kopi Arabika Flores Manggarai dapat meningkatkan tata kelola hulu hilir untuk menguatkan industri pariwisata. Labuan Bajo sebagai gerbang pariwisata bias menjadi tempat promosi produk lokal dari Lembata , Flores Timur dan tempat lain.

“Saya sudah mengeluarkan instruksi agar pelaku pariwisata di Labuan Bajo menggunakan kopi lokal untuk tamu. Silakan anda semua melaporkan jika masih ada yang tidak menyediakannya” Papar Bupati Dula.

Sampai saat ini, baru beberapa hotel yang menyakilan kopi lokal.

“Prinsipnya kami mempromosikan kopi lokal asal harga yterjangkau dan mutu terjaga. Sudah saatnya semua pihak bekerjasama dalam rantai tata kelola kopi lokal. Khususnya di Labuan Bajo, kita Manggarai Raya telah mempunyai Kopi Arabika Flores Manggarai. Sudah saatanya kita perbaiki tata kelola kopi. Pihak perbankan seperti Bank NTT akan mendukung perbaikan dan promosi kopi lokal," papar Bupati Dula.

Ia mengungkapkan, harus diakui di sisi hulu, proses budidaya sampai pasca panen belum dikelola dengan baik oleh petani sehingga kualitas mutu kopi akan lebih baik.

Dengan kualitas yang baik diharapkan akan berdampak pada pendapatan petani.

Kondisi Gelandang Persib Bandung Omid Nazari Semakin Membaik, Siap Tampil Lawan Semen Padang

Pilkada 2020 di NTT, Hanura Lirik Figur Potensial

Menurut Bupati Dula, peningkatan kapasitas melalui sekolah lapang petani menjadi prioritas yang dilakukan. Selama ini, beberapa LSM telah melakukan pendampingan di tingkat lokal. Salah satunya adalah Yayasan Ayo Indonesia.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninus)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved