Renungan Kristen Protestan : Mengapa Kamu Takut?

seluruh kehidupan dan persoalan yang mengkuatirkan itu ke dalam tangan-Nya. Ia sendirilah yang akan mengatasi semua permasalahan hidup itu bagi kita

Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Renungan Kristen Protestan : Mengapa Kamu Takut?
istimewa
Pdt. Mesakh Pinis STh

Pada sisi lain, dunia di mana kita hidup sekarang penuh dengan berbagai macam tantangan yang kompleks, yang juga memberikan alasan kuat untuk kita kuatir.

Di samping itu, pergumulan, tantangan, masalah, dan persoalan pribadi yang merong-rong selalu mengkuatirkan kita.

Menyikapi semua ini, hal pertama yang harus dibedakan ialah, membedakan antara takut dan kuatir. Takut berhubungan dengan ancaman nyata yang dihadapi secara langsung.

Takut memang dapat menimbulkan kegoncangan psikologis secara tiba-tiba, namun akan segera juga berlalu.

Sedangkan kuatir, adalah persoalan psikologis yang mengganggu pikiran tentang sesuatu yang ditakutkan sebagai akan terjadi di masa depan, yang sesungguhnya belum tentu terjadi demikian.

Kekuatiran mengerogoti jiwa, dan menimbulkan kepanikan psikologis jangka panjang, menyebabkan tidak percaya diri dalam bertindak untuk menggapai harapan dan cita-cita.

Hal ini dapat berujung kepada berbagai macam resiko tindakan buruk, ancaman, kekerasan bahkan pembunuhan.

Tindakan menghadapi dan menyelesaikan masalah yang menimbulkan masalah baru akhirnya yang menghancurkan.

Pertanyaan terpenting ialah bagaimana menghadapinya? Tuhan Yesus berkata, “Jangan kuatir” (Lukas 12:22); disini Yesus memberikan rahasia jawaban tuntas bagi kekuatiran itu.

Pada sisi lain, orang Kristen memiliki jaminan dari TUHAN Yesus bahwa “IA menyertai” (Matius 1:21; 20:18-20), yang memastikan bahwa Yesus  adalah jaminan pembebasan bagi kita.

Lalu, bagaimana orang Kristen menghadapi dan memberikan jawaban terhadap ancaman kekuatiran itu. Dari Firman Allah dalam Lukas 12:22-31, terbesit rahasia penting menjawab pertanyaan di depan, yaitu:

1. Kita diminta menangani kekuatiran dengan memaknai hidup dari pandangan Tuhan Allah yaitu kita harus melihat bahwa menurut Tuhan, hidup dan tubuh itu lebih penting dari pada makanan atau pun pakaian (ayat 23). Kita juga diminta untuk menyadari bahwa ada hal yang tidak dapat kita lakukan, karena itu jangan mengkuatirkannya.

Semua persoalan adalah urusan TUHAN (ayat 26). Kita diajak untuk tidak mempersoalkan hal yang sesungguhnya biasa-biasa, yang bukan urusan kita, namun memicu kekuatiran (ayat 29-30). Segala sesuatu ada dalam pengendalian Tuhan Allah.

Jika demikian maka, mengapa kita mengkuatirkan apa yang menjadi urusan Tuhan?. Kita mestinya sadar bahwa, janganlah kita memberatkan diri dengan apa yang tidak dapat kita lakukan sebab itu adalah urusan Tuhan.

Cukup kita urus, apa tanggungjawab urusan kita sambil kita percayakan ususan Tuhan untuk Tuhan yang mengurusnya. Hujan saja ada celah, pada celah-celah itu, Tuhanlah yang mengisinya.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved