Masyarakat Adat Kuanheum Mengadu Masalah Lahan ke Gubernur NTT

Puluhan Masyarakat Adat dari Desa Kuanheum mengadu masalah lahan kepada Gubernur NTT

Masyarakat Adat Kuanheum Mengadu Masalah Lahan ke Gubernur NTT
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Warga Kuanheum,Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang berpose di depan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT usai bertemu Guberbur NTT, Viktor B. Laiskodat, Rabu (18/9/2019) 

Puluhan Masyarakat Adat dari Desa Kuanheum mengadu masalah lahan kepada Gubernur NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Masyarakat adat dari Desa Kuanheum, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang mendatangi Kantor Gubernur NTT. Mereka datang mengadu persoalan lahan pertanian di Desa Kuanheum.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Rabu (18/9/2019), masyarakat adat dari Kuanheum ini sudah ada di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT sekitar pukul 09.20 wita. Sekitar pukul 09.30 wita mereka masuk dan bertemu Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di ruang kerjanya.

Nasib Pekerja Sawit NTT di Kutai Timur yang Diusir Perusahaan Tak Menentu, Begini Kondisi Mereka

Sekitar 40 warga asal Kuanheum ini didampingi oleh Direktris PIAR NTT, Ir. Sarah Lery Mboeik. Hadir pula dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT, Ir. Fredy Kapitan.

Lamber Lanus salah satu Tokoh Adat Kuanheum yang mengatakan, lahan milik masyarakat adat seluas 86 hektar di Desa Kuanheum sudah dikuasai oleh pihak tertentu selama kurang lebih 24 tahun. Padahal, lanjutnya, lahan itu adalah lahan produktif milik masyarakat yang bisa diusahakan sebagai lahan pertanian.

Sisilia Sona Minta Kemnaker RI Fasilitasi Persoalan Ratusan Buruh Asal NTT Diusir di Kutai Timur

"Kami datang ke bapak gubernur untuk minta saran dan juga solusi terhadap lahan milik kami yang dikuasai oleh pihak tertentu sehingga kami tidak bisa berusaha di atas lahan itu," kata Lamber.

Dia menjelaskan, sejak tahun 1995 lahan itu sudah tidak bisa diusahakan oleh masyarakat setempat akibat diklaim oleh pihak tertentu.

"Bahkan, sejak saat itu masyarakat adat yang masuk ke lahan itu untuk mengambil kayu dilapor ke polisi dan ditangkap serta diproses hukum. Kehadiran kami bertemu bapak gubernur agar bisa berikan solusi dan arahan sehingga lahan itu bisa kami usahakan," katanya.

Masyarakat setempat, lanjut Lamber, sangat mengharapkan agar lahan itu bisa diusahakan sehingga tidak menjadi lahan tidur.

"Kami akan dukung program bapak gubernur seperti tanam kelor dan sebagainya. Karena itu, harapan kami lahan yang ada bisa kami usahakan," ujarnya.

Direktris PIAR NTT, Ir. Sarah Lery Mboeik mengakui, kehadiran warga Kuanheum untuk memintah arahan Gubernur NTT terkait lahan mereka yang sudah dikuasai oleh oknum tertentu.

"Saya tadi dampingi warga Kuanheum bertemu bapak Gubernur NTT. Warga berharap lahan yang ada bisa mereka usahakan," kata Sarah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved